Perkuat Sinergi, BPKW XI dan DKKB Sepakati Empat Pilar Strategis Pemajuan Kebudayaan

Perkuat Sinergi, BPKW XI dan DKKB Sepakati Empat Pilar Strategis Pemajuan Kebudayaan
Suasana pertemuan Kepala BPKW XI dan Pengurus DKKB di Mojokerto. (dok. DKKB)

Mojokerto, SERU.co.id Memasuki awal tahun 2025, langkah besar diambil oleh Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) dalam memperkuat ekosistem kebudayaan di Jawa Timur. Melalui pertemuan strategis dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur, kedua lembaga telah menyepakati empat pilar misi strategis sebagai kompas pembangunan budaya.

​Delegasi DKKB yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sunarto, diterima oleh Kepala BPKW XI, Endah Budi Heryani, S.S., M.M., di Mojokerto, Jumat (9/1/2025). Dalam pertemuan tersebut, DKKB menyerahkan dokumen berupa Buku Rekomendasi Kongres Kebudayaan Kota Batu III sebagai dasar integrasi program ke depan.

“​Sinergi ini menyatukan visi lokal “Giri Wana Tirta” milik Kota Batu dengan semangat pelayanan “Cak Daya” BPKW XI,” seru Ketua II DKKB, Mohammad Anwar mewakili Ketua Umum DKKB Sunarto.

Bacaan Lainnya

Menurut Anwar, empat pilar strategis yang telah disepakati kedua pihak adalah Pelestarian Warisan Budaya (Tangible & Intangible). Ini berfokus pada perlindungan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan penguatan memori kolektif sejarah. Selanjutnya adalah ​pengembangan kreativitas & kkspresi seni dengan memanfaatkan data Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai bahan bakar industri kreatif yang berdampak.

​”Kita juga ingin menggeser paradigma budaya dari sekadar beban biaya menjadi investasi kesejahteraan (Ekonomi Budaya). Serta ingin memastikan jejak sejarah dan inovasi seni terdokumentasi secara digital agar dapat menjadi referensi global,” tuturnya.

Kepala BPKW XI, Endah Budi Heryani, memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola organisasi DKKB. Menurutnya, konsistensi Kota Batu dalam menyelenggarakan kongres dua tahunan telah menciptakan ekosistem kebijakan yang sangat matang.

​”Kota Batu melalui DKKB telah membuktikan bahwa kebudayaan adalah mesin penggerak ekonomi yang organik. Praktik baik ini akan kami jadikan role model untuk program Cak Daya Masuk Desa di 24 desa kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Majapahit, Trowulan,” ungkap Ibu Endah.

Sementara itu, ​Ketua Umum DKKB, Sunarto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya nyata untuk memandirikan desa melalui wisata budaya. Dengan kesadaran sejarah yang beriringan dengan manfaat ekonomi, masyarakat diharapkan dapat melakukan pelestarian budaya secara swadaya.

“Dari dinginnya pegunungan Batu hingga luhurnya bumi Majapahit, sinergi ini memastikan warisan leluhur akan terus tumbuh dan menghidupi generasi mendatang,” pungkasnya. (dik/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id