Gedung Parkir Kayutangan Integrasikan Proyek Penataan Kawasan Wisata Heritage Terpadu

Gedung Parkir Kayutangan Integrasikan Proyek Penataan Kawasan Wisata Heritage Terpadu
Gedung Parkir Kayutangan telah diresmikan Wali Kota Malang. (bas)

Malang, SERU.co.id – Wali Kota Malang meresmikan dan mengapresiasi keberadaan Gedung Parkir Kayutangan. Pasalnya, Gedung Parkir Kayutangan diharapkan mampu mengintegrasikan rencana proyek penataan kawasan wisata heritage terpadu berbasis pelestarian sejarah dan budaya.

Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, Gedung Parkir Kayutangan menjadi solusi awal mengurai kepadatan dan kemacetan kendaraan. Keberadaan parkir bertingkat yang terhubung dengan Gedung Parkir Mojopahit terbukti mampu mengurangi keruwetan, khususnya parkir kendaraan roda dua yang sebelumnya semrawut.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, setelah diuji coba dua sampai tiga hari, pengunjung bisa lebih nyaman menikmati kawasan Kayutangan. Parkir tidak terlalu jauh dan kemacetan akibat sepeda motor bisa kita antisipasi,” seru Wahyu, Sabtu (10/1/2025).

Wali Kota Malang, DPRD dan Forkopimda meninjau rencana pengembangan penataan kawasan wisata heritage terpadu, dari Kayutangan, Splendid, hingga Stasiun Malang. (bas)
Wali Kota Malang, DPRD dan Forkopimda meninjau rencana pengembangan penataan kawasan wisata heritage terpadu, dari Kayutangan, Splendid, hingga Stasiun Malang. (bas)

Meski demikian, Pemkot Malang masih memperbolehkan parkir kendaraan roda empat di sisi kiri atau barat jalan Kayutangan Heritage. Kebijakan tersebut bersifat sementara sambil menunggu penataan lanjutan kawasan secara menyeluruh.

Diakuinya, keberadaan gedung parkir ini bagian dari rencana integrasi kawasan Kayutangan Heritage dengan kawasan Splendid. Penataan ini diharapkan mampu mengangkat potensi wilayah Splendid yang memiliki karakter berbeda meski sama-sama bersejarah.

“Kawasan Splendid akan kita tata ulang, termasuk pasar dan bantaran sungainya yang saat ini masih kumuh. Ini sekaligus menjadi solusi penataan PKL dan parkir, terutama yang selama ini menjadi persoalan di kawasan Alun-Alun,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Pak Mbois itu menerangkan, kawasan Splendid memiliki potensi gedung sekolah heritage dan pasar bunga. Tidak hanya menata pasar bunga, pengembangan kawasan tersebut juga bakal menghidupkan kembali Pasar Senggol yang pernah tenar puluhan tahun silam.

Pemkot Malang juga akan membangun jembatan ikonik yang menghubungkan langsung Kayutangan Heritage dengan kawasan Splendid. Integrasi tersebut nantinya akan diperluas hingga Tarekot, Stasiun Malang, Zonne-Eiland, serta Alun-Alun Kota Malang yang tengah direvitalisasi.

“Tarekot akan kita manfaatkan kembali. Ini bisa menjadi salah satu solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati Kota Malang di sepanjang Sungai Brantas. Sekaligus untuk penataan PKL dan parkir,” tambah Wahyu.

Selain penataan fisik, Pemkot Malang juga menyiapkan penguatan atraksi budaya. Wahyu telah meminta Dewan Kesenian Malang (DKM) menyusun kalender pertunjukan budaya tahunan yang akan dikemas sebagai paket wisata dan diinformasikan ke hotel-hotel.

“Jadi tidak hanya warisan sejarah, tetapi juga ada nilai budaya. Wisatawan bisa tahu, bulan ini ada pertunjukan apa. Ini satu kesatuan destinasi yang bernilai jual untuk mendongkrak wisata kita,” tandasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim