Jakarta, SERU.co.id – Wali Kota Malang menjadi kandidat kuat peraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada Hari Pers Nasional mendatang. Di hadapan dewan juri, salah satunya budayawan Sudjiwo Tedjo, ia memaparkan langkah visioner mengintegrasikan budaya ke dalam pembangunan daerah.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM tampil meyakinkan dengan gagasan yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan Kota Malang. Ia mengungkapkan, pembangunan Kota Malang tidak boleh tercerabut dari akar sejarah dan identitas lokal.
“Budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan energi sosial dan ekonomi untuk masa depan. Kami meyakini kota yang besar adalah kota yang tidak melupakan asal-usulnya,” seru Wahyu, Jumat (9/1/2025).
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menegaskan, budaya bukan beban pembangunan, tetapi nafas yang menghidupkan pembangunan itu sendiri. Ia menggaungkan semangat ‘Menolak Lupa’ sebagai sikap kolektif Pemkot Malang dalam menjaga kesinambungan sejarah, budaya dan kesejahteraan masyarakat.
“Modernisasi tidak boleh mematikan ingatan kolektif. Kita boleh membangun teknologi canggih, tetapi jiwa Kota Malang harus tetap hidup dalam nilai-nilai budaya Ngalam,” tegasnya.
Sebagai bentuk konkret, Wahyu menguraikan, Program 1.000 Event yang dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi kerakyatan. Program tersebut sekaligus menjadi ekosistem seni yang mengenalkan sekaligus menghidupkan budaya lokal di tengah kemajuan zaman.
“Setiap event budaya bukan hanya panggung seni, tetapi juga dapur bagi UMKM, pedagang kecil dan pekerja kreatif. Di situlah keadilan ekonomi bekerja. Kami ingin manfaat budaya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar simbol,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot Malang juga memberi perhatian serius pada revitalisasi seni tradisional. Termasuk pengaktifan kembali gedung-gedung kesenian dan pementasan Ludruk guna menjaga regenerasi pelaku seni.
“Jika seni tradisi tidak diberi ruang tampil, maka yang terancam punah bukan hanya keseniannya, tetapi jati diri kita. Karena itu kami ingin menyelaraskan kemajuan zaman dengan keagungan warisan budaya secara harmonis dan berkelanjutan,” tandasnya.
Saat ini, Kota Malang didukung 115 cagar budaya dan ratusan pelaku seni aktif. Kehadiran langsung Wali Kota bersama jajaran OPD dalam berbagai karnaval dan pawai budaya juga dinilai memberi dampak ekonomi nyata bagi pedagang kecil dan jasa kreatif di lapangan.
Sebagai informasi, dalam penilaian tersebut Wahyu hadir didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Diskominfo, Kepala Diskopindag, Kepala Dispangtan, Kepala DLH beserta jajaran OPD lain turut hadir. Selama ini, mereka menjadi penggerak kebijakan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga penguatan UMKM yang membangun kemajuan Kota Malang.
Kehadiran para pimpinan OPD tersebut menegaskan visi kebudayaan yang dipaparkan bukan sekadar gagasan personal, melainkan kerja kolektif di lingkungan Pemkot Malang. Turut mendampingi pula Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mengawal pembangunan berbasis nilai budaya. (bas/rhd)








