Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero bekerjasama melahirkan Kampung PLN Mobile di Jalan Regulo RT 16 dan 17, RW 02, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen. Dimana dengan terbentuknya kampung tematik ini, diharapkan dapat terwujud pelayanan listrik yang cepat, efisien, aman dan berkualitas untuk masyarakat, Jumat (9/1/2026).
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengaku, pihaknya sangat menyambut baik inovasi pilot project Kampung PLN Mobile di Kecamatan kepanjen ini. Sehingga nantinya, pelayanan ini bisa terus diterapkan di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Malang.
“Kami menyambut baik upaya-upaya yang dilakukan oleh PLN UP3 Malang. Ini mudah-mudahan bisa menjadi salah satu pilot project yang akan dikembangkan di kampung-kampung lain atau di desa kelurahan lain yang ada di Kabupaten Malang,” seru Lathifah.
Dirinya menjelaskan, dengan terobosan Kampung PLN Mobile ini bisa memberikan kemudahan bagi para pelanggan untuk melakukan pembayaran tagihan listrik. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada kemudahan dapat diakses melalui Ponsel.
“Ini memberikan kemudahan yang luar biasa kepada masyarakat, tidak harus antri bayar listrik. Tidak harus meninggalkan rumah, tetapi cukup menggunakan aplikasi PLN Mobile yang hari ini sudah diresmikan di Kabupaten Malang,” terangnya.
“Kami sambut dengan baik karena ini memberikan kemudahan untuk masyarakat Kabupaten Malang. Terutama untuk daerah-daerah yang jauh dengan kantor-kantor pelayanan ya, ini kan bisa lebih efektif dan efisien,” imbuh Lathifah.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo menjelaskan, Kampung PLN Mobile tersebut merupakan salah satu pilot project di Malang Raya. Sedangkan di Jalan Regulo, Kelurahan Cepokomulyo ini, pelanggan PLN ini mencapai 107 pelanggan yang telah memanfaatkan aplikasi tersebut, sehingga terpilih sebagai percontohan di Kabupaten Malang.
“Sesuai arahan dari kantor pusat yang RT,RW pelanggan di situ sudah aktif tersebut, layak dijadikan kampung PLN Mobile,” ungkapnya.
Dirinya juga mengaku, mendapatkan kabar baik terkait perluasan pemanfaatan sesuai arahan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang. Agar aplikasi tersebut diterapkan di area pasar, sehingga akan semakin banyak yang mengenal dan menggunakan aplikasi tersebut.
“Masyarakat bisa semakin mudah mengakses kelistrikan. Baik itu beli token, bayar listrik, gangguan dan lain-lain. Dari pada menggunakan calo, langsung saja pakai aplikasi yang ada di genggaman njenengan untuk mengakses seluruh fitur kelistrikan,” ungkapannya.
Dikatakan Agung, jika semakin besar masyarakat menggunakan listrik, diharapkan kedepan pihaknya bisa membantu menggerakkan roda ekonomi. Mengingat listrik adalah energi yang paling murah dan listrik ini energi berkeadilan. (wul/mzm)








