Malang, SERU.co.id – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Malang periode 2025-2030 mengenalkan jajarannya. Dengan beberapa struktur jajaran yang berbeda dari sebelumnya, pengurus menargetkan kursi Pemilu 2029 bertambah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan, tantangan kepengurusan 15 orang ini tidaklah mudah. Namun dengan komitmen bersama yang kuat, dirinya optimis akan menjadi kekuatan politik yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok termajinalkan.

“Kami tidak bisa menentukan berapa angkanya saat ini, namun struktur baru ini diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif. Tetapi mampu menjadi kekuatan politik yang benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” seru Amithya, sapaan akrabnya dalam konferensi pers di Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Raden Panji Suroso, Sabtu (3/1/2025) petang.
Berikut 15 Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang periode 2025-2030:
- Ketua: Amithya Ratnanggani Sirraduhita SS
- Sekretaris: H. Wanedi SSos MAP
- Bendahara: Achmad Zakaria SPd
- Wakabid Kehormatan Partai Ideologi dan Kaderisasi: Drs Agoes Marhaenta MH
- Wakabid Keanggotaan, Organisasi, Pemenangan Pemilu dan Sumber Daya: Harvad Kurniawan SH
- Wakabid Perekonomian, Kebudayaan dan Pendidikan: Eko Herdiyanto SAP
- Wakabid Politik, Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik, Reformasi Birokrasi dan Reformasi Sistem Hukum Nasional: Sony Rudiwiyanto
- Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Anak: Septiana Dini Fitriani SH MH
- Wakabid Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi, UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital: Hengky Bayu Firmansyah SH MH
- Wakabid Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Hukum dan Advokasi: Yiyesta Ndaru Abadi SH MH
- Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga: Sugiono
- Wakabid Pertanian dan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Kelautan dan Perikanan: Nurul Setyowati SE
- Wasekbid Internal: Sugianto
- Wasekbid Program: Hj. Lea Mahdarina ST MT
- Wakil Bendahara: Dra Wiwik Sukesi DR MSi
Komitmen Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang
Sebagai langkah awal, DPC PDI Perjuangan Kota Malang akan memperkuat bonding antara struktur partai dan masyarakat. Termasuk dengan komunitas pemuda, pelajar, mahasiswa dan kelompok kreatif.
“Setiap program dan gerakan politik yang dijalankan diharapkan benar benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Sebagai partai wong cilik, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk memahami, merespons dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Malang,” jelas Amithya.
DPC PDI Perjuangan Kota Malang memandang generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, sebagai subjek penting perjuangan politik di masa depan.
“Karena itu, partai berkomitmen membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi kaum muda untuk terlibat aktif. Tidak hanya sebagai objek mobilisasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam pengorganisasian masyarakat dan perumusan kebijakan publik,” bebernya.
Disebutkannya, peran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Malang sebagai garda terdepan memperjuangkan aspirasi rakyat. Melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan yang berorientasi pada kepentingan publik.
“Ke depan, DPC PDI Perjuangan Kota Malang akan melakukan konsolidasi menyeluruh untuk menyusun program-program unggulan yang terukur menjawab tantangan kekinian. Seperti persoalan lapangan kerja, pendidikan, lingkungan hidup, transformasi digital hingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” terang Ketua DPRD Kota Malang ini.
Ziarah Makam Proklamator Ir Soekarno di Blitar
Selain pengenalan, Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang juga melakukan ziarah ke Makam Proklamator Ir Soekarno di Blitar. Tak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum ideologis untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
“Peneguhan ideologis ini diarahkan sebagai bagian dari kaderisasi lintas generasi. Seluruh kader dan pengurus, lintas generasi, dituntut untuk menunjukkan keselarasan antara nilai, ucapan, dan tindakan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Selaras Marhaenisme sebagai roh ideologi PDI Perjuangan harus terus dihidupkan dalam kerja-kerja politik yang berpihak pada wong cilik dan kaum marhaen,” tandasnya. (rhd)








