Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, akan mendirikan rumah burung hantu (Rubuha) untuk pembasmi hama tikus di sawah padi secara alami. Dimana metode ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode sebelumnya yang menggunakan jaring untuk menangkap hama utama padi tersebut.
Bupati Malang, HM Sanusi mengaku, rencananya di setiap satu hektar lahan sawah akan dibangun satu rumah burung hantu yang nanti akan diisi satu pasang. Dengan harapan mereka unggas tersebut dapat berkembang biak secara alami dan mencari makan dengan cara memangsa hama-hama tikus di sawah.
“Rumah burung hantu setiap hektar di kasih satu pasang burung hantu, itu mangsanya tikus-tikus yang ada di sawah,” seru Sanusi, saat dikonfirmasi SERU.co.id.
Sanusi membeberkan, penerapan metode ini diharapkan bisa mengurangi populasi tikus di lahan persawahan warga sehingga hasil panen akan lebih maksimal. Dirinya mengaku, untuk merealisasikan metode tersebut anggaran pembangunan setiap Rubuha kurang lebih mencapai Rp5 juta.
“Anggaran satu pasang Rp5 juta, (anggaran untuk semua lahan produktif di Kabupaten Malang berapa?) bertahap nanti,” jelasnya.
Menanggapi upaya tersebut, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh mengaku sangat senang. Dimana menurutnya metode ini salah satu upaya pembasmi hama tikus yang dinilai sangat efisien dibandingkan metode lainya.
“Bagus itu, sangat efektif. Dia (burung hantu) akan makan tikus sekitar 10 ekor di setiap harinya, kalau kecil bisa lebih,” kata Makhrus.
Dirinya juga menjelaskan, jika metode Rubuha tersebut sudah dilakukan di Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang dan berharap akan diterapkan di kecamatan-kecamatan yang lain.
“Biasanya yang organik itu kita pakai jaring manual (Gepyok). (Seberapa efisien?) kayanya satu banding lima,” jelasnya. (wul/mzm)








