Butuh 80 Sopir Angkot Pelajar, Dishub Kota Malang Siapkan Rekrutmen Pertengahan Januari 2026

Butuh 80 Sopir Angkot Pelajar, Dishub Kota Malang Siapkan Rekrutmen Pertengahan Januari 2026
Sopir angkot di Kota Malang akan diberdayakan melalui program angkot pelajar gratis. (bas)

Malang, SERU.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang berencana merealisasikan program angkot pelajar gratis di tahun 2026. Pihaknya membutuhkan 80 sopir angkot terlibat dan berencana melakukan rekrutmen pada pertengahan Januari nanti.

Kepala Dishub Kota Malang, Drs Widjaja Saleh Putra mengungkapkan, perekrutan sopir direncanakan pada pertengahan Januari 2026. Nantinya proses rekrutmen tidak dilakukan langsung oleh pemerintah, melainkan melalui koperasi paguyuban angkot.

Bacaan Lainnya

“Seleksi kami serahkan ke koperasi, tetapi Dishub tetap mengawal. Sebanyak 80 sopir akan dilibatkan dalam program ini,” seru Jaya saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2025).

Jaya menegaskan, pemerintah menitikberatkan pada aspek keselamatan dan kenyamanan siswa. Karena itu, penyiapan sopir angkot yang akan melayani pelajar dari jenjang SD hingga SMA dilakukan dengan ketat.

“Yang terpenting, sopir harus memenuhi standar pelayanan bagi anak sekolah. Mereka harus sehat jasmani dan rohani, memiliki SIM A Umum dan berkomitmen tidak merokok selama bertugas,” ungkapnya.

Dishub juga menekankan pentingnya sikap ramah anak, mengingat angkutan ini secara khusus melayani pelajar. Namun, terkait batasan usia sopir, hingga saat ini masih dilakukan kajian lanjutan.

“Wacana pembatasan usia sempat muncul, namun dipertimbangkan kembali agar kebijakan tidak berujung diskriminatif. Selain sopir, armada angkot yang digunakan juga wajib memenuhi syarat kelayakan jalan dan administrasi,” jelasnya.

Pria kelahiran Ambon itu menambahkan, angkot produksi tahun 2000 masih diperbolehkan beroperasi. Namun, angkot tersebut harus lolos uji KIR dan memenuhi ketentuan teknis lainnya.

“Yang utama adalah keamanan dan kenyamanan siswa. Sopir dilarang merokok, karena kami tidak ingin anak-anak menjadi perokok pasif,” tegasnya.

Terkait rencana operasional, angkot pelajar akan beroperasi menyesuaikan jam sekolah, mulai pukul 05.00 WIB hingga maksimal pukul 16.00 WIB. Di luar jam tersebut, sopir diperbolehkan mengangkut penumpang umum.

Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar untuk mendukung program ini. Dana tersebut difokuskan untuk subsidi operasional, bukan peremajaan armada.

“Dengan skema ini, pelajar yang sebelumnya membayar ongkos Rp 2.500 kini dapat menikmati layanan angkutan gratis penuh sepanjang 2026. Program ini juga bertujuan memberdayakan sopir angkot untuk tetap eksis, selain wacana feeder Trans Jatim,” terangnya.

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Angkot Kota Malang, Stefanus Hari Wahyudi membenarkan, proses seleksi sopir akan dimulai pertengahan Januari. Ia menyatakan, para sopir angkot siap melengkapi persyaratan untuk mengikuti proses rekrutmen.

“Tiga koperasi sudah disepakati untuk menjalankan rekrutmen sekaligus menjadi operator angkutan pelajar. Harapan kami, layanan ini sudah bisa berjalan sebelum akhir bulan,” pungkasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim