Pemkot Malang Targetkan Realisasi RT Berkelas Mulai Februari 2026, Usulan Infrastruktur Mendominasi

Pemkot Malang Targetkan Realisasi RT Berkelas Mulai Februari 2026, Usulan Infrastruktur Mendominasi
Wali Kota Malang menjelaskan, pelaksanaan RT Berkelas harus benar-benar sesuai kebutuhan. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan, realisasi program RT berkelas dimulai Februari 2026. Hingga saat ini, usulan terkait penambahan atau perbaikan infrastruktur masih mendominasi dari RT se-Kota Malang.

Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, program ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat paling bawah. Pihaknya menargetkan program RT berkelas mulai direalisasikan Februari 2026 mendatang, meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2026 ini baru pertama pelaksanaan program RT berkelas. Sampai saat ini, sebagian besar usulan RT masih didominasi kebutuhan infrastruktur,” seru Wahyu, Rabu (7/1/2025).

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat Pemkot Malang harus melakukan penyesuaian dan evaluasi, supaya program tetap berjalan sesuai tujuan. Karena itu, orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menekankan, pentingnya usulan prioritas yang menjawab kebutuhan jangka panjang.

“Bukan berarti RT Berkelas tidak jalan, tali harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat, karena mereka biasanya mengajukan kebutuhan temporer. Maka, kebutuhan yang diusulkan harus betul-betul prioritas, dengan konsep dan target lima tahunan,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya akan melakukan pendekatan dan pendampingan ke setiap RT. Hal ini penting untuk memastikan pelaksanaan RT Berkelas berdampak nyata bagi masyarakat.

“Anggaran nanti turun ke kelurahan, dan kelurahan yang menyesuaikan. Biasanya Februari sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Sementara, Camat Lowokwaru, Drs Rudi Cahyono Catur Utomo membenarkan, usulan infrastruktur memang mendominasi. Kendati demikian, usulan warga di wilayahnya hampir seimbang antara fisik dan nonfisik.

“Usulan fisik dan nonfisik hampir seimbang. Usulan terkait infrastruktur penanganan banjir, ketahanan pangan, sampai peningkatan SDM dan UMKM semuanya ada,” terang Rudi.

Camat Lowokwaru menjelaskan, meski usulan infrastruktur mendominasi, namun hampir seimbang dengan usulan lain. (Seru.co.id/bas)
Camat Lowokwaru menjelaskan, meski usulan infrastruktur mendominasi, namun hampir seimbang dengan usulan lain. (Seru.co.id/bas)

Ia mencontohkan, usulan fisik yang masih sering muncul antara lain pavingisasi, gorong-gorong, hingga pengadaan sarana seperti tenda, kursi.dan gerobak sampah. Menurutnya, program RT Berkelas mampu menjawab kebutuhan warga yang selama bertahun-tahun belum terealisasi.

“Banyak warga sudah lama menginginkan gerobak sampah tapi tidak keturutan. Dengan program RT Berkelas, akhirnya bisa terwujud,” katanya.

Rudi menegaskan, seluruh wilayah di Kecamatan Lowokwaru memiliki prioritas yang sama dalam program ini. Namun, pengawasan akan dilakukan secara ketat, supaya penggunaan dana program ini tidak dilakukan secara asal-asalan.

“RT tidak boleh memaksakan usulan berdasarkan keinginan, tapi harus sesuai kebutuhan. Pelaksanaannya akan kami awasi ketat sesuai ketentuan,” tegasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim