Malang, SERU.co.id – Mengawali kalender kegiatan di tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Malang Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor). Rakor dilaksanakan di Restoran Kantri, Singosari, Rabu (7/1/2026), dihadiri pengurus ASPPI Malang Raya.
Ketua DPC ASPPI Malang Raya, Hendri Wijaya mengungkapkan, pertemuan yang lebih bersifat Informal ini menjadi ajang para pelaku wisata untuk membedah evaluasi bisnis tahun lalu. Agenda utama Rakor kali ini adalah sesi berbagi (sharing) mengenai dinamika bisnis yang dialami anggota sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan yang diterima, mayoritas anggota ASPPI Malang Raya mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.
”Dari sisi pariwisata domestik memang cukup membingungkan. Untuk sektor tour atau paket perjalanan mengalami penurunan. Namun, untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) cenderung masih stabil jika dilihat dari total revenue,” jelas Hendri.
Dengan munculnya berbagai situasi yang berdampak langsung pada daya beli dan pendapatan pelaku usaha pariwisata itu, ASPPI Malang Raya tidak tinggal diam. Hasil Rakor menyepakati bahwa para anggota membutuhkan amunisi baru berupa peningkatan kapasitas diri (skill-up). ASPPI berencana meluncurkan rangkaian kelas pelatihan khusus yang dirancang untuk menunjang keahlian teknis maupun manajerial para anggotanya.
”Harapan kami para pemilik usaha (CEO/Owner) bisa ‘naik kelas’. Termasuk kemungkinan untuk melakukan Pivot atau cara lainnya agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar 2026,” imbuh Hendri.
Melalui penguatan kompetensi ini, ASPPI Malang Raya berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Sekaligus memastikan industri pariwisata di wilayah Malang Raya tetap tangguh menghadapi proyeksi ekonomi tahun 2026. (dik/mzm)








