Indonesia Menang Lelang Lahan Strategis di Makkah, Pembangunan Kompleks Haji Dimulai Akhir 2026

Indonesia Menang Lelang Lahan Strategis di Makkah, Pembangunan Kompleks Haji Dimulai Akhir 2026
Penyelenggaraan ibadah haji di Makkah. (ist)

Jakarta, SERU.co.id – Pemerintah Indonesia memenangkan lelang hotel dan lahan strategis di Makkah, Arab Saudi, untuk dikembangkan menjadi Kompleks Haji Indonesia. Lokasi yang dipilih berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram dan dilengkapi fasilitas terpadu untuk jemaah haji dan umrah. Pembangunan kawasan tersebut direncanakan mulai pada kuartal IV-2026 dan ditargetkan mulai digunakan pada musim haji 2027.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan, pemerintah berhasil memperoleh hotel yang sudah beroperasi dan sebidang tanah. Nantinya akan menjadi lokasi pembangunan kawasan terpadu haji. Hotel tersebut ditargetkan mulai dimanfaatkan secara terbatas pada musim haji tahun ini dengan kapasitas sementara sekitar 24.000–25.000 jemaah.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan hanya untuk haji, tapi juga untuk umrah. Jumlah jemaah umrah Indonesia hampir 1,8 juta orang per tahun. Potensinya sangat besar,” seru Prasetyo, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (7/1/2025).

Tak hanya itu, Pemerintah Arab Saudi juga memberikan hak istimewa khusus kepada Indonesia untuk memilih lokasi lahan. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menetapkan satu titik strategis yang berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram. Di lokasi tersebut, pemerintah berencana membangun Kampung Haji Indonesia, mencakup hotel, pusat perbelanjaan, klinik kesehatan, hingga food court.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani menyampaikan, Indonesia telah mengakuisisi Novotel Thakher Makkah beserta lahan seluas sekitar lima hektare. Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar dengan tiga menara dan mampu menampung 4.383 jemaah. Ke depan, pemerintah berencana menambah 13 menara baru sehingga total kapasitas meningkat menjadi 6.025 kamar.

“Pembangunan dimulai kuartal IV-2026. Untuk 2026 belum bisa digunakan, kemungkinan 2027 baru siap,” kata Rosan, dilansir dari Kompascom.

Nilai akuisisi hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar US$500 juta. Sementara pengembangan lanjutan, termasuk 13 menara tambahan dan pusat perbelanjaan, diperkirakan membutuhkan investasi US$700–800 juta.

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, memastikan lokasi kompleks berada di kawasan Tahrir, Makkah. Meski demikian, operasional hotel sepenuhnya berada di bawah Danantara. Sementara Kementerian Agama bertindak sebagai pengguna layanan.

Untuk skema transportasi, pemerintah memastikan pola penerbangan jemaah haji Indonesia tidak berubah. Seluruh jemaah tetap akan mendarat di Bandara Jeddah dan Madinah, seperti pelaksanaan haji sebelumnya. (aan/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim