Batu, SERU.co.id – Ekosistem ekonomi kreatif (Ekraf) Indonesia memasuki babak baru dengan ditetapkannya dua penggerak Ekraf asal Kota Batu dalam jajaran kepengurusan pusat Indonesia Creative Cities Network (ICCN) periode 2026–2028. Penunjukan ini disambut hangat oleh jejaring kreatif lokal sebagai langkah strategis dalam membawa potensi daerah ke panggung nasional dan global.
Muhammad Anwar, secara resmi ditetapkan sebagai Direktur Directorate of Cultural & Heritage Activation di bawah Deputi 2 (Creative Ecosystem & Urban Development). Penunjukan Anwar dinilai sangat tepat mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam pemberdayaan komunitas akar rumput dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokalitas. Sebelumnya, Anwar dikenal sebagai sosok di balik Batu Creative Hub dan founder Jelajah Kampung (Beyond Tourism Indonesia).
“Dalam tugas di ICCN ini, kami memikul amanah besar untuk mengubah aset sejarah dan warisan budaya (heritage) Indonesia menjadi aktivasi ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa nilai-nilai luhur budaya tetap terjaga di tengah upaya meningkatkan nilai ekonomi di tingkat perkotaan,” serunya.
Tokoh kreatif Kota Batu lainnya, Alan W. Hafiludin dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Koperasi ICCN pada Directorate of ESG & Cooperative (Deputi 5: Strategic Partnership, Branding & Creative Economy).
Alan melengkapi penguatan di sisi kelembagaan ekonomi dengan mengemban misi besar untuk memodernisasi peran koperasi dalam ekosistem kreatif. Tugasnya meliputi implementasi ESG dengan mengembangkan model koperasi yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance.
”Keberadaan kami di ICCN diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan lembaga keuangan,” ucapnya.
Alan menambahkan, tugas lainnya dalam kepengurusan di ICCN adalah menjadikan koperasi agar menjadi platform yang relevan, inklusif, dan berdaya saing bagi generasi muda. Melalui peran ini, koperasi didorong untuk tidak sekadar menjadi badan usaha, melainkan sebagai agregator yang menghubungkan berbagai elemen ekonomi kreatif secara global.
Kehadiran dua figur dari Kota Batu di struktur pusat ICCN menandakan pengakuan atas keberhasilan pola pengembangan komunitas kreatif di Kota Apel tersebut. Sinergi antara aktivasi budaya yang dipimpin Anwar dan penguatan wadah ekonomi melalui koperasi yang dipimpin Alan diharapkan mampu membawa perspektif baru bagi kemandirian ekonomi Indonesia.
Penunjukan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kota-kota kreatif di seluruh Indonesia, dengan menjadikan warisan budaya dan kolaborasi ekonomi sebagai penggerak utama masa depan bangsa. (dik/ono)








