Malang, SERU.co.id – Dari data yang dimiliki oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sepanjang tahun 2025, Kabupaten Malang dilanda bencana sebanyak 435 kejadian. Dimana yang paling banyak didominasi adalah gempa bumi sebanyak 187 kali.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, dari hasil pendataan 435 kejadian tersebut terdiri dari beberapa jenis bencana. Seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, gempa bumi dan tanah longsor.
“Total bencana dari Januari-Desember 2025 tercatat sebanyak 435 kasus dengan berbagai jenis bencana,” seru Sadono, saat dikonfirmasi.
Sadono menerangkan, di tahun 2025 bencana angin kencang tercatat sebanyak 74 kejadian, banjir sebanyak 23, gempa bumi 187 kali, pohon tumbang 53 kali dan tanah longsor 98 kali.
“Bencana di tahun 2025, terjadi hampir merata di berbagai kecamatan yang paling banyak terjadi di Kecamatan Singosari. Disana angin kencang sebanyak 14 kali, banjir satu kali, pohon tumbang 6, tanah longsor 5 kali. Total kejadian sebanyak 26,” ungkapnya.
Dirinya menerangkan, sepanjang periode tersebut terdapat korban luka sebanyak 17 orang, orang hilang sebanyak satu jiwa dan meninggal dunia 2 orang. Sedangkan kerusakan ringan sebanyak 435, rusak sedang 79 dan 33 kasus rusak berat.
“Total kerugian dari beberapa bencana alam di 13 kecamatan kurang lebih mencapai Rp728,5 juta,” ungkapnya.
Dikatakan Sadono, bencana alam di Kabupaten Malang di tahun 2025 mengalami peningkatan hampir 50 persen dibanding tahun 2024 dengan total bencana sebanyak 255 kasus. (wul/mzm)








