Batu, SERU.co.id – Dalam upaya mendukung percepatan pemenuhan gizi nasional, inovasi produk pangan lokal kini mulai melirik potensi besar keripik sayur. Bukan sekadar camilan, keripik sayur yang diproses dengan teknologi tepat guna diproyeksikan menjadi menu Makanan Bergizi Gratis paket kering bagi anak sekolah.
Abdullah Dzikri, salah seorang pengusaha keripik buah dan sayur di Batu mengungkapkan, salah satu isi menu paket kering MBG saat ini adalah keripik wortel, kentang dan brokoli. Khusus untuk keripik sayur, tantangan terbesarnya dalam program pangan massal ini adalah daya simpan dan tingkat penerimaan konsumen, terutama anak-anak.
“Keripik sayur sepertinya menarik untuk dihidangkan bagi anak-anak, terutama buat mereka yang selama ini agak “ogah” mengkonsumsi sayur,” serunya.
Dzikri menyebutkan, dengan teknik vacuum frying (penggorengan hampa udara), sayuran seperti wortel, bayam, buncis, dan labu dapat diolah menjadi tekstur renyah tanpa menghilangkan nutrisi esensialnya. Berbeda dengan penggorengan konvensional, teknologi vacuum frying menghasilkan gorengan dengan nutrisi yang terjaga, vitamin dan serat tidak rusak akibat panas berlebih. Selain itu kandungan minyaknya juga jauh lebih rendah dibanding keripik biasa, sehingga relatif rendah lemak.
”Keripik sayur juga memiliki keunggulan pada masa simpan yang panjang tanpa memerlukan pengawet kimia. Ini sangat memudahkan logistik ke daerah-daerah pelosok yang sulit dijangkau oleh bahan pangan segar,” cetusnya.
“Ditambah lagi dengan warna Alami yang terjaga sehingga tampilan sayuran tetap menarik (tidak cokelat/gosong). Kalau tampilannya menarik, nafsu makan anak-anak bisa terjaga,” imbuhnya.
Selain aspek kesehatan, penggunaan keripik sayur dalam program Makanan Bergizi Gratis juga menjadi angin segar bagi sektor pertanian. Bahan baku yang diserap langsung dari petani lokal seperti wortel dari desa-desa sentra sayur, dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan menstabilkan harga di tingkat produsen.
Agar standar produksi tetap terjaga, produsen juga harus tetap membatasi penggunaan natrium (garam) dan menghindari MSG berlebih.
“Penggunaan bumbu alami dari rempah-rempah disarankan agar produk ini tetap selaras dengan misi kesehatan jangka panjang,” pungkasnya. (dik/mzm)








