Batu, SERU.co.id – Ketua DPC K-Serikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) NU Kota Batu, Rudianto mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk meneladani “Jejak Langkah” KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal itu disampaikannya pada saat peringatan Haul Gus Dur ke-16 Kota Batu, Jumat (2/12/2025) di Nala Eco Point Kota Batu.
Dalam pernyataannya sebagai Ketua Tanfidziyah DPC K-SARBUMUSI NU Kota Batu periode 2024-2027, Gus Idoer menekankan bahwa sosok Presiden RI ke-4 tersebut bukan sekadar tokoh nasional. Melainkan pondasi utama bagi eksistensi Kota Batu dan pelindung bagi kaum marginal. Ia menegaskan bahwa Gus Dur adalah pahlawan nasional yang membuktikan bahwa kesalehan beragama tidak boleh dipisahkan dari kecintaan pada tanah air.
“Hal ini diwujudkan melalui aksi nyata kirab lintas ormas dari Kantor PC NU menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) yang disertai ritual berbagai adat,” seru Gus Idoer sapaannya.
Gus Idoer mengungkapkan, sejarah mencatat peran vital Gus Dur bagi masyarakat Batu melalui penandatanganan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001. Pada masa jabatannya, Gus Dur meresmikan lahirnya Kota Batu sebagai kota otonom dari status sebelumnya yang masih berupa Kota Administratif (Kotatif).
.”Gus Dur adalah bapak pendiri Kota Batu,” tegas Gus Idoer.
Gus Idoer menuturkan, sebagai mantan Ketua Umum PBNU, Gus Dur dinilai berhasil menjadikan NU bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, melainkan rumah besar bagi kemanusiaan. Prinsipnya yang terkenal, yakni tidak membedakan yang sama dan tidak menyamakan yang berbeda, menjadi kompas dalam merawat keberagaman.
“Teladan terbesar Gus Dur dalam politik adalah pandangan bahwa kekuasaan hanyalah alat untuk melayani. Jabatan dianggap tidak harus dibela mati-matian,” imbuhnya.
Sebagai pimpinan serikat buruh, Gus Idoer juga menempatkan Gus Dur sebagai pelindung kaum marginal dan minoritas. Gus Dur dinilai selalu berdiri di garda terdepan membela buruh yang terpinggirkan. Sebuah semangat yang kini diperjuangkan secara nyata oleh seluruh ormas di Kota Batu.
”Hari ini, seluruh Ormas di Kota Batu dengan gerak nyata ingin mewarisi ajaran-ajaran beliau sebagai pelindung kita semua,” pungkas Gus Idoer. (dik/mzm)








