Denpasar, SERU.co.id – Pulau Bali disebut tampak lebih lengang saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Gubernur Bali menegaskan kondisi ini bukan karena penurunan jumlah wisatawan, melainkan cuaca ekstrem membatasi aktivitas wisata di luar hotel. Data pemerintah menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara justru meningkat, penurunan terjadi pada wisatawan domestik.
Gubernur Bali, I Wayan Koster menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penurunan jumlah wisatawan. Melainkan faktor cuaca ekstrem yang membuat aktivitas wisata di luar hotel berkurang.
“Sepanjang Desember hingga awal Januari 2026, Bali dilanda hujan yang memicu genangan dan banjir di sejumlah wilayah. Kondisi ini mengurangi kenyamanan wisatawan untuk beraktivitas di luar ruangan. Itu sebabnya aktivitas wisata di luar hotel tidak seramai tahun lalu,” seru Koster.
Meski aktivitas di destinasi wisata tampak sepi, tingkat hunian hotel justru tercatat tinggi. Selama periode Nataru, okupansi hotel di Bali berada di kisaran 75-85 persen, meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Menurut Koster, tingginya tingkat hunian tersebut menunjukkan wisatawan tetap datang, tetapi lebih memilih beraktivitas di dalam hotel.
Namun demikian, tingkat hunian hotel mengalami penurunan sekitar empat persen secara tahunan. Menurut Koster, salah satu penyebabnya adalah pergeseran pilihan akomodasi wisatawan ke vila, rumah pribadi, atau penginapan lain.
Berdasarkan data Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga 26 Desember 2025 mencapai 6,9 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 600 ribu dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 6,3 juta kunjungan. Hingga akhir tahun, Koster memperkirakan jumlah wisman akan menembus 7,05 juta orang.
Sebaliknya, jumlah wisatawan domestik justru mengalami penurunan. Hingga 26 Desember 2025, wisatawan nusantara yang berkunjung ke Bali tercatat 9,2 juta orang, turun dari 10,1 juta orang pada periode sama tahun sebelumnya. Diperkirakan hingga akhir tahun, jumlahnya hanya mencapai sekitar 9,4 juta orang.
Secara total, jumlah wisatawan mancanegara dan domestik diproyeksikan menurun sekitar 200 ribu orang dibandingkan 2024. Meski demikian, Koster menegaskan, penurunan tersebut tidak mencerminkan lesunya pariwisata Bali secara keseluruhan.
Pandangan serupa disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Ia menilai, anggapan Bali sepi wisatawan saat Nataru tidak sepenuhnya tepat. Berdasarkan data kementerian, jumlah wisatawan mancanegara justru terus meningkat dan telah mencapai 6,8 juta orang, mendekati target 7 juta kunjungan.
“Yang menurun itu wisatawan nusantara. Kemungkinan karena informasi cuaca yang kurang baik sehingga mereka memilih destinasi lain,” ujar Widiyanti, dikutip dari detikcom, Selasa (30/12/2025).
Ia menyebut, penurunan wisatawan domestik di Bali sekitar dua persen justru diiringi lonjakan signifikan kunjungan wisatawan ke wilayah lain. Terutama Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Indikasi berkurangnya wisatawan domestik juga terlihat dari data arus penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang–Gilimanuk mencatat, jumlah orang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pada periode 20–23 Desember 2025 hanya mencapai 77.660 orang. Angka ini turun drastis dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai sekitar 139 ribu orang.
Meski demikian, arus keluar Bali justru meningkat, seiring banyaknya pekerja di Bali memanfaatkan libur Nataru pulang ke Pulau Jawa. Pihak ASDP memastikan, kondisi lalu lintas penyeberangan tetap lancar. Pihaknya telah menyiapkan 54 armada kapal mengantisipasi pergerakan penumpang selama libur akhir tahun.
Dengan demikian, Bali tidak sepenuhnya sepi wisatawan saat libur Nataru. Penurunan lebih banyak terjadi pada wisatawan domestik dan aktivitas luar ruangan. Sementara kunjungan wisatawan mancanegara serta tingkat hunian hotel tetap menunjukkan tren positif. (aan/mzm)








