Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menguji coba operasional Gedung Parkir Kayutangan secara gratis menjelang tahun baru. Yakn mulai Rabu (31/12/2025) hingga dua pekan Selasa (13/1/2026) jam 07.00 – 24.00.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengungkapkan, pembukaan gratis ini sekaligus menjadi sarana evaluasi. Diharapkan, fasilitas publik ini dapat berfungsi optimal saat resmi beroperasi.
“Pada Rabu, 31 Desember 2025 besok, sementara kami buka secara gratis. Uji coba operasional berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 24.00 WIB,” seru Jaya, Selasa (30/12/2025).
Selama periode tersebut, Dishub Kota Malang akan memantau kesiapan gedung parkir. Termasuk akses masuk, sirkulasi kendaraan, hingga potensi kendala teknis sebelum dioperasikan secara penuh.
Pada tahap awal operasional Gedung Parkir Kayutangan, diprioritaskan mampu menampung kendaraan roda dua. Sementara penggunaan untuk parkir kendaraan roda empat bersifat terbatas.
“Sementara ini mampu menampung mobil sekitar 25 unit, kalau sepeda motor bisa sampai 500 unit di lantai dua. Jembatan penghubung ke parkir Majapahit juga sudah bisa dipakai,” ungkapnya.
Setelah uji coba malam tahun baru, dilakukan evaluasi lanjutan sekaligus sosialisasi penataan parkir pada 1-6 Januari 2026. Fokusnya mencakup pengaturan Gedung Parkir Kayutangan dan Majapahit, serta penataan parkir di tepi Jalan Basuki Rahmat.
“Operasional penuh gedung parkir direncanakan dimulai pada 7 Januari 2026 dengan jam layanan pukul 07.00 hingga 24.00 WIB. Namun, sampai tanggal 13 Januari 2026, tarif parkir masih digratiskan,” terangnya.
Jaya mengatakan, pemberlakuan tarif resmi baru akan dimulai pada 14 Januari 2026. Adapun ketentuannya, kendaraan roda dua dipatok tiket Rp2.000 dan mobil Rp3.000.
“Seiring beroperasinya gedung parkir tersebut, penataan parkir di tepi Jalan Basuki Rahmat juga akan diberlakukan mulai 7 Januari 2026. Di sisi timur atau kanan jalan dari arah utara akan diterapkan larangan parkir untuk seluruh jenis kendaraan,” tegasnya.
Area cekungan hanya diperbolehkan sebagai zona bongkar muat dan drop zone pengunjung. Sementara sisi barat atau kiri jalan dari arah selatan hanya diperuntukkan bagi parkir mobil. Sepeda motor akan diarahkan sepenuhnya masuk ke Gedung Parkir Kayutangan.
“Dengan skema ini, kami berharap kawasan Kayutangan menjadi lebih tertib. Dengan begitu lalu lintas lebih lancar dan kenyamanan wisatawan di kawasan heritage bisa semakin meningkat,” tandasnya. (bas/rhd)








