Malang, SERU.co.id – Kawasan wisata Kayutangan Heritage Kota Malang dilirik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai percontohan nasional. Kawasan tersebut dinilai berhasil dan layak menjadi pilot project nasional penataan kawasan kumuh berbasis pemberdayaan masyarakat.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, kunjungan Dirjen Kementerian PKP merupakan tindak lanjut arahan Menteri PKP. Saat Menteri PKP berkunjung tahun lalu, Pemkot Malang memaparkan proses transformasi Kayutangan dari kawasan kumuh menjadi destinasi wisata unggulan.
“Kami menjelaskan bagaimana proses yang dulu kumuh, kemudian sekarang menjadi destinasi wisata nasional. Bahkan saat libur Natal dan Tahun Baru, Kayutangan Heritage menjadi destinasi wisata dengan kunjungan terbanyak,” seru Wahyu, Jumat (2/1/2025).
Ia mengatakan, Kementerian PKP menilai keberhasilan Kayutangan layak direplikasi di daerah lain. Oleh karena itu, Kayutangan Heritage diproyeksikan menjadi contoh nasional dalam penataan kawasan permukiman.
“Ini akan dijadikan pilot project di beberapa tempat di Indonesia. Besok juga akan ada kunjungan dari Jakarta, dari Pak Sekjen bersama perwakilan kelurahan dan kawasan kumuh untuk belajar langsung ke Kota Malang,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Pak Mbois itu menegaskan, kunci keberhasilan Kayutangan Heritage terletak pada perubahan mindset masyarakat. Proses tersebut tidak instan, namun dilakukan melalui pendekatan dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Yang direplikasi bukan fisiknya, tapi bagaimana merubah mindset masyarakat. Dengan keterlibatan bersama, akhirnya kawasan tertata, masyarakat lebih sejahtera, kesehatannya meningkat dan ada tambahan pendapatan,” jelasnya.
Sementara, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Dr Sri Haryati mengatakan, penataan kawasan kumuh tidak bisa hanya berfokus pada renovasi fisik. Menurutnya, peningkatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting, supaya kawasan tidak kembali kumuh.
“Kalau hanya direnovasi rumahnya tanpa pembekalan ekonomi masyarakat, kawasan bisa kembali kumuh. Yang menarik dari Kayutangan Heritage adalah partisipasi masyarakat sejak awal,” terangnya.
Ia menilai keberhasilan Kayutangan Heritage terletak pada proses dialog antara pemerintah dan warga. Masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan, sehingga program yang dijalankan sesuai kebutuhan dan berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan ini model. Penataan kawasan harus komprehensif, tidak hanya fisik, tapi juga edukasi SDM, penguatan ekonomi dan keberlanjutan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kementerian PKP juga mengajak perwakilan kelurahan dari Jakarta, seperti Kelurahan Menteng, Tanah Tinggi dan Johar Baru. Mereka diajak melihat langsung perubahan Kayutangan untuk mendapatkan inspirasi pengelolaan kawasan kumuh berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Kayutangan Heritage tidak bisa sekadar dicopy-paste. Kita harus lihat kearifan lokal masing-masing daerah. Tapi Kayutangan menjadi contoh bahwa kawasan padat bisa ditata menjadi menarik, sehat dan ekonominya tumbuh,” pungkasnya. (bas/rhd)








