Stadion Gajayana Disulap Ala Stadion Eropa Hadirkan Museum Olahraga

Stadion Gajayana Disulap Ala Stadion Eropa Hadirkan Museum Olahraga
Stadion Gajayana bakal disulap ala Stadion Eropa dengan menghadirkan museum olahraga. (bas)

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menyulap Stadion Gajayana seperti stadion-stadion di Eropa. Adanya museum olahraga bakal menjadi literasi sejarah yang mengabadikan berbagai peristiwa bersejarah, seperti sejarah Stadion Gajayana hingga perkembangan sepak bola.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengungkapkan, banyak stadion di Eropa memiliki suatu kekhasan. Yakni, keberadaan museum olahraga yang mengabadikan rentetan panjang perkembangan dunia olahraga.

Bacaan Lainnya

“Harapan kami, area dalam stadion ini akan digunakan seperti di stadion-stadion di Eropa. Kita buat museum, sehingga orang-orang yang masuk sport tourism ini tidak hanya menggunakan lapangan, tapi sekaligus menambah literasi,” seru Ali, Jumat (2/1/2025) kemarin.

Wakil Wali Kota Malang menjelaskan, konsep museum olahraga di Stadion Gajayana. (bas)
Wakil Wali Kota Malang menjelaskan, konsep museum olahraga di Stadion Gajayana. (bas)

Ali menjelaskan, rencana tersebut berawal dari aspirasi para senior, budayawan, sejarawan, hingga penulis buku dan komunitas Aremania. Stadion Gajayana bukan sekadar fasilitas olahraga, tetapi menjadi saksi sejarah panjang perjalanan arek-arek Malang yang disatukan melalui semangat sepak bola.

“Gagasan ini muncul sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai historis. Stadion Gajayana dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan sepak bola, sekaligus persatuan sosial masyarakat Malang,” ungkapnya.

Diakuinya, dulu terdapat berbagai kelompok olahraga dan pendukung lintas generasi. Namun semua itu bisa disatukan oleh spirit sepak bola dan Stadion Gajayana menjadi tempat bersatunya Arek-arek Malang.

“Museum tersebut diharapkan menjadi ruang pengingat, sekaligus sarana edukasi bagi generasi selanjutnya. Melalui museum, masyarakat bisa memahami bahwa Stadion Gajayana memiliki nilai sosiologis dan antropologis yang kuat dalam menyatukan berbagai lapisan dan generasi di Kota Malang,” jelasnya.

Baca juga: Wali Kota Malang Dorong Kemenag Adaptif Teknologi dan Perkuat Kerukunan Umat

Rencananya, museum menghadirkan sejarah Stadion Gajayana, sepak bola di Malang, hingga kisah-kisah yang menggambarkan bagaimana olahraga mampu menyatukan berbagai fragmen sosial. Berbagai koleksi, seperti miniatur, data sejarah, hingga arsip yang selama ini disimpan para sejarawan akan dikumpulkan dan dipamerkan.

“Kami juga akan menampilkan piala, perjalanan lintas usia, prestasi pemain, hingga legenda sepak bola Malang. Termasuk profil pemain sepak bola asal Malang yang pernah memperkuat tim nasional,” bebernya.

Terkait lokasi, Ali menyebut, masih terdapat sejumlah ruang kosong di area Stadion Gajayana. Area tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai museum, serupa dengan konsep stadion-stadion di Eropa.

Meski demikian, Ali menegaskan, rencana tersebut masih bersifat aspiratif. Faktor efisiensi anggaran membuat realisasi pembangunan museum membutuhkan waktu dan perencanaan matang.

“Ini cita-cita besar yang tentu kami apresiasi. Pemerintah akan berupaya mewujudkannya secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kemampuan keuangan. Tapi, agar tidak membenani APBN, harapannya bisa dikelola swasta,” tandasnya. (bas/rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim