Malang, SERU.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat 62 kasus Super Flu di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meminta warga tidak panik.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengungkapkan, sampai saat ini belum ada laporan kasus terjadi di Kota Malang. Namun ia menyoroti pentingnya meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Super Flu di Indonesia.
“Sampai saat ini masih belum ada laporan, baik suspect ataupun konfirmasi Super Flu di Kota Malang. Tapi, kita tetap perlu meningkatkan kewaspadaan,” seru Husnul, saat dihubungi awak media, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, sejauh ini Dinkes Kota Malang memang belum menerima arahan tertulis khusus dari Dinkes Jawa Timur terkait penanganan Super Flu. Meski demikian, upaya antisipasi tetap dilakukan melalui jajaran layanan kesehatan.
“Kami melalui teman-teman di Puskesmas dan Posyandu sudah mulai menginformasikan kepada masyarakat seputar Super Flu. Ini merupakan hasil mutasi virus influenza dari H3 menjadi H3N2,” ungkapnya.
Husnul menyebut, mutasi tersebut dapat menimbulkan perubahan, terutama pada tingkat keparahan gejala. Meski gejalanya hampir sama dengan flu lainnya, tapi kemungkinan lebih parah.
Terkait kesiapan fasilitas kesehatan, mantan Jubir COVID-19 Kota Malang itu mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi. Namun demikian, tenaga kesehatan di Kota Malang telah memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi dini terhadap gejala awal dan melakukan rujukan ke rumah sakit apabila diperlukan.
“Paling tidak teman-teman sudah bisa mendeteksi gejala awal dan melakukan rujukan ke rumah sakit. Yang terpenting, masyarakat tidak perlu bingung atau takut berlebihan, tapi tetap waspada,” tegasnya.
Warga Kota Malang diminta menerapkan langkah pencegahan sederhana, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga asupan gizi. Apabila merasakan gejala flu berkepanjangan, dapat segera memeriksakan diri ke faskes terdekat.
“Kita sudah belajar dari COVID-19. Pengalaman itu menjadi bekal untuk mengantisipasi kondisi seperti Super Flu ini,” tandasnya. (bas/rhd)








