Demokrat Laporkan Empat Akun Medsos soal Tuduhan SBY Dalangi Isu Ijazah Jokowi

Demokrat Laporkan Empat Akun Medsos soal Tuduhan SBY Dalangi Isu Ijazah Jokowi
SBY dituduh sebagai dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi. (ist)

Jakarta, SERU.co.id – Partai Demokrat melaporkan empat akun media sosial atas dugaan penyebaran berita bohong yang menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalang di balik isu ijazah palsu Joko Widodo. Pelaporan itu dilakukan menyusul beredarnya sejumlah konten digital yang memfitnah SBY dan menyeret Partai Demokrat dalam polemik tersebut. Salah satu akun yang dilaporkan telah menyampaikan permintaan maaf, sementara proses hukum terhadap akun lainnya masih berjalan.

Politikus senior Partai Demokrat, Andi Arief, membenarkan kabar pelaporan tersebut. Ia memperlihatkan salinan laporan polisi bernomor STTLP/B/97/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA yang dibuat melalui Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Demokrat, Muhajir.

Bacaan Lainnya

Dalam laporan tersebut, Demokrat menjerat terlapor dengan dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 dan/atau Pasal 263 ayat (2) serta Pasal 264 KUHP. Terkait penyebaran berita bohong dan fitnah. Identitas terlapor masih dalam tahap penyelidikan.

Adapun empat akun media sosial yang dilaporkan yakni kanal YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy, @Kajian Online dan akun TikTok @sudirowibudhiusmp. Akun-akun tersebut dinilai menyebarkan konten yang menyudutkan SBY dan Partai Demokrat dengan narasi provokatif.

Salah satu konten yang disorot berasal dari akun @AGRI FANANI yang menampilkan cuplikan video dengan tulisan “anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang sejarah RI”. Sementara akun @Bang bOy YTN mengunggah video berjudul “KEBONGKAR SIASAT BUSUK SBY DIBALIK SOMASI KE KETUA YOUTUBER NUSANTARA, TERNYATA U/ TANGKIS AIB INI”.

Akun YouTube @Kajian Online juga disebut memuat video berjudul “SBY Resmi Jadi Tersangka Baru Fitnah Ijazah SBY, Langsung Pingsan Sampai Dilarikan Ke Rumah Sakit”. Sedangkan akun TikTok @sudirowibudhiusmp mengunggah konten yang mengklaim adanya sepuluh bukti keterlibatan Demokrat dalam isu ijazah Jokowi.

“Atas kejadian tersebut korban telah dirugikan, sehingga pelapor mendatangi SPKT Polda Metro Jaya. Guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” demikian isi penutup surat laporan, seperti dikutip dari Kompascom, Selasa (6/1/2026).

Di sisi lain, Andi Arief mengonfirmasi, YouTube Kajian Online telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui sebuah video. Dalam video tersebut, pengelola akun menyatakan penyesalan atas konten yang telah diunggah. Pihaknya juga menyebut telah melakukan diskusi dan revisi atas sejumlah konten yang dinilai bermasalah.

“Kami sambut baik permohonan maaf akun YouTube Kajian Online kepada Pak SBY dan Partai Demokrat. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran. Sekali lagi kami tegaskan, soal ijazah Pak Jokowi tidak ada kaitannya dengan Pak SBY maupun Partai Demokrat,” ujar Andi.

Meski demikian, Demokrat masih menunggu itikad baik dari akun-akun lain yang telah disomasi. Tiga akun yang disebut masih belum merespons yakni TikTok Sudiro Wi Budhius M Piliang, Zulfan Lindan dan Agri Fanani.

Sebelumnya, Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang menuding SBY sebagai aktor di balik isu ijazah palsu Jokowi. Demokrat menilai, tudingan tersebut sebagai fitnah dan berita bohong. Pihaknya meminta agar konten itu dihapus dan disertai permintaan maaf terbuka.

Isu ini mencuat setelah loyalis Jokowi, Ade Darmawan, melontarkan pernyataan bernada sindiran memicu spekulasi publik. Ade menyebut, dalang isu ijazah palsu Jokowi berasal dari “partai berwarna biru”. Kemudian dikaitkan sebagian pihak dengan Partai Demokrat dan SBY.

Sejumlah tokoh, termasuk Roy Suryo, turut menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang ditempuh Partai Demokrat. Terutama untuk guna meluruskan tudingan tersebut. (aan/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id