Motif Ekonomi dan Jejak Kripto di Balik Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon

Motif Ekonomi dan Jejak Kripto di Balik Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon
Lokasi pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon Banten. (ist)

Cilegon, SERU.co.id – Pembunuhan tragis terhadap MAHM (9), putra bungsu politikus PKS Maman Suherman, akhirnya terungkap setelah polisi menangkap pelaku HA (31) di Cilegon, Banten. Kepolisian mengungkap motif ekonomi menjadi pemicu utama, bermula dari tekanan finansial akibat kerugian besar dalam investasi kripto. Pelaku diketahui merupakan karyawan perusahaan petrokimia di Cilegon dan diduga sebagai spesialis pencurian rumah kosong dan rumah mewah.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan mengungkapkan, motif utama pembunuhan diduga kuat dipicu tekanan ekonomi berat yang dialami pelaku. HA diketahui terjerumus dalam praktik spekulasi aset kripto. Semula memberinya keuntungan besar tetapi berujung pada kerugian masif.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku sempat memperoleh keuntungan hingga sekitar Rp4miliar. Dari modal awal Rp400 juta yang berasal dari tabungan bersama istrinya,” seru Dian, dikutip dari Kompas TV, Senin (5/1/2026).

Namun, keuntungan besar itu justru mendorong HA untuk terus berspekulasi. Ia kembali bermain kripto dengan dana pinjaman setelah mengalami kerugian. Penyidik mencatat, HA meminjam Rp700 juta dari Bank Mandiri, Rp70 juta dari koperasi tempatnya bekerja dan Rp50 juta dari pinjaman online. Upaya tersebut kembali gagal dan memperparah kondisi keuangannya.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada 16 Desember 2025 di sebuah rumah mewah di Perumahan BBS 3, Cilegon. Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di lantai satu rumah. Terdapat 19 luka di sekujur tubuhnya, akibat senjata tajam dan benda tumpul.

Pengungkapan kasus sempat menemui jalan buntu karena minimnya alat bukti. CCTV rumah diketahui tidak berfungsi sejak 2023. Sementara kawasan tersebut tidak memiliki sistem keamanan lingkungan maupun petugas sekuriti.

Terobosan terjadi ketika HA ditangkap, pada Jumat (2/1/2026) sore. Ia diamankan bukan di lokasi pembunuhan. Melainkan saat tengah melakukan aksi pencurian di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri.

HA merupakan warga Palembang Sumatera Selatan dan tercatat sebagai karyawan di perusahaan petrokimia besar di kawasan industri Ciwandan, Cilegon. Fakta ini dikonfirmasi anggota DPRD Banten Dede Rohana, kerabat pemilik rumah yang menjadi lokasi penangkapan.

“Dari identitas yang dibawanya, pelaku adalah pekerja aktif. Dia bukan pengangguran,” ujar Dede.

Sementara itu, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki Haryadi menyebut, HA sebagai pelaku spesialis pencurian dengan pemberatan (Curat).

“Pelakunya spesialis Curat, menyasar rumah kosong dan rumah-rumah mewah,” kata Hengki.

Penyidik kini terus mendalami peran dan kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus serupa lainnya. Polisi juga memastikan akan segera merilis secara lengkap hasil penyidikan, termasuk rekonstruksi pembunuhan. (aan/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim