Malang, SERU.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Karangkates Malang mencatat sepanjang tahun 2025, Jawa Timur diguncang gempa sebanyak 7.562 kali. Ribuan gempa tersebut tergolong dalam beberapa kategori dan paling dirasakan sebanyak 41 kejadian.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Karangkates Malang, Ma’muri menerangkan, dari hasil analisis di tahun 2025. Terdapat 6.120 gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer di bawah permukaan bumi dan 1.426 gempa menengah 60 kilometer hingga kurang dari 300 kilometer.
“Ada juga 16 kejadian gempa bumi dalam, dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer,” seru Ma’muri, Senin (5/1/2026).
Dirinya menerangkan, dari 7.562 kejadian tersebut gempa bumi yang cukup dirasakan oleh masyarakat sebanyak 41 kejadian. Sedangkan periode gempa paling banyak berada gempa bumi, berada di bulan Juli dengan total 7.63 kejadian dan paling sedikit di Februari 503 peristiwa.
Dirinya menjelaskan, episentris gempa bumi tahun 2025 terlihat sebagian besar terjadi tersebar di laut selatan pulau Jawa dan beberapa juga terjadi di daratan. Gempa bumi di selatan perairan Jawa tersebut diakibatkan dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Sedangkan gempa bumi dangkal yang terjadi di daratan diakibatkan dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut.
“Untuk gempa bumi menengah sendiri, terjadi karena aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia,” tuturnya.
Dari data yang dimiliki Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Karangkates Malang. Gempa bumi di Bulan Januari 2025 tercatat sebanyak 590 peristiwa, Februari 502, Maret 558, April 645, Mei 561, Juni 623, Juli 763, Agustus 734. Kemudian September 756, Oktober 657, November 617 dan Desember 558 kejadian. (wul/mzm)








