Jenazah Pelatih Valencia CF Ditemukan di Hari Terakhir Pencarian, Dua Anak Masih Hilang

Jenazah Pelatih Valencia CF Ditemukan di Hari Terakhir Pencarian, Dua Anak Masih Hilang
Pencarian terakhir tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. (ist)

Labuan Bajo, SERU.co.id – Tim SAR gabungan menemukan jenazah pelatih Tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, pada hari terakhir pencarian korban. Jasad korban ditemukan mengapung di kawasan Taman Nasional Komodo, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 08.47 Wita. Hingga kini, dua anak korban masih belum ditemukan dan proses pencarian serta penyidikan terus berlanjut.

Jenazah Fernando ditemukan di perairan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, setelah sepuluh hari pencarian intensif. Setibanya di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Komodo untuk proses pemeriksaan dan identifikasi.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra memastikan identitas korban telah sesuai dengan data keluarga. Proses identifikasi dilakukan melalui prosedur Disaster Victim Identification (DVI). Dengan pencocokan data antemortem dan postmortem sesuai standar Interpol.

“Identifikasi primer dan sekunder telah sesuai. Korban adalah Fernando Martin Carreras, laki-laki dewasa, warga negara Spanyol,” seru Henry, dikutip dari detikcom, Minggu (4/1/2025).

Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko mengatakan, meski jenazah Fernando telah ditemukan, dua anak laki-lakinya hingga kini belum ditemukan. Aparat kepolisian bersama tim SAR masih mengerahkan penyisiran laut di sekitar Selat Padar dan perairan sekitarnya.

“Kami imbau nelayan dan masyarakat pesisir agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda berkaitan dengan korban,” ungkapnya.

Sementara itu, proses hukum atas tenggelamnya KM Putri Sakinah terus berjalan. Polda NTT menegaskan penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan korban jiwa. Sejumlah saksi, termasuk awak kapal dan pihak operasional wisata, telah diperiksa oleh Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat.

Penyidik juga mengkaji berbagai aspek teknis, mulai dari kendali kapal, kondisi mesin, hingga prosedur keselamatan saat keadaan darurat. Sejumlah dokumen kapal telah diamankan dan gelar perkara akan dilakukan setelah alat bukti dinilai cukup.

“Penegakan hukum ini bertujuan memberi kepastian bagi korban dan keluarga, sekaligus menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha wisata bahari,” tegas Henry.

Tragedi ini terjadi, pada Jumat (26/12/2025) malam, saat kapal pinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar. BMKG menyebut insiden tersebut dipicu gelombang alun (swell) akibat pengaruh bibit siklon tropis 96S. Menyebabkan gelombang datang tiba-tiba meski angin permukaan tidak terdeteksi kencang.

Dalam insiden itu, empat orang meninggal dunia, yakni Fernando Martin Carreras dan tiga anaknya. Istri korban dan satu anak lainnya selamat, bersama empat awak kapal dan seorang pemandu wisata. (aan/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim