Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengevaluasi hasil uji coba operasional Gedung Parkir Kayutangan. Perbaikan dilakukan selama penutupan sementara beberapa hari ke depan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan, peninjauan langsung dilakukan pada malam Tahun Baru. Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan sejumlah kekurangan teknis untuk segera diperbaiki.
“Tahun baru kita cek, ternyata masih ada beberapa kekurangan. Karena rencananya akan digratiskan, saya minta semuanya diselesaikan dulu,” seru Wahyu, Jumat (2/1/2025).
Ia menyoroti, sejumlah kekurangan seperti genangan air, kebocoran, hingga fasilitas yang belum optimal. Setelah perbaikan rampung, Gedung Parkir Kayutangan akan kembali dibuka mulai 7 Januari dan digratiskan selama satu pekan.
“Kebijakan tersebut sekaligus untuk menertibkan parkir di kawasan Kayutangan Heritage. Nanti semua sepeda motor wajib masuk ke gedung parkir dan yang parkir di badan jalan hanya kendaraan roda empat,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, respons masyarakat terhadap keberadaan gedung parkir tersebut cukup positif. Sejumlah pengendara sepeda motor mengaku merasa lebih aman dan nyaman, karena lokasi parkir tertata.
“Mereka senang, karena lebih terjamin keamanannya. Disamping itu, jaraknya juga tidak terlalu jauh dari pusat keramaian Kayutangan,” jelasnya.
Terkait kendaraan besar seperti bus pariwisata, Wahyu mengatakan, bus hanya diperkenankan untuk menurunkan penumpang di sekitar kawasan. Setelah itu, diarahkan ke lokasi parkir khusus yang sedang disiapkan.
“Bus bisa drop penumpang, nanti parkirnya di tempat lain. Sementara ada di Jalan Ade Irma Suryani, ke depan bisa kita pikirkan di sekitar stadion karena tidak terlalu jauh,” katanya.
Terpisah, Kabid Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat mengakui, hasil evaluasi teknis menemukan beberapa kekurangan. Diantaranya, rambu petunjuk yang belum jelas, tanjakan pintu keluar motor yang terlalu curam, tikungan tajam, hingga genangan air saat hujan.
“Yang paling krusial itu rambu-rambu dan tanjakan pintu keluar motor ke arah Majapahit. Untuk ibu-ibu atau Lansia cukup menyulitkan,” jelas Rahmat, saat dikonfirmasi awak media.
Selain itu, fasilitas pembatas roda kendaraan untuk mobil juga belum terpasang. Ia menuturkan, seluruh kekurangan tersebut akan ditangani oleh pihak vendor sebagai bagian dari masa perawatan selama satu tahun.
“Mulai tanggal 1 sampai 6 Januari kita tutup untuk perbaikan. Setelah itu dibuka kembali tanggal 7 sampai 13 Januari dan digratiskan,” terangnya.
Rahmat menambahkan, saat malam Tahun Baru, gedung parkir tersebut sempat terisi penuh hingga dini hari. Hal itu menandakan tingginya kebutuhan parkir di kawasan Kayutangan.
“Segala kekurangan baru kami ketahui setelah uji coba, karena langsung dipakai, belum pernah kita evaluasi sama sekali mengingat pembangunannya mepet. Kami memastikan, Gedung Parkir Kayutangan akan diperbaiki dan dikelola sebaik mungkin,” tandasnya. (bas/mzm)








