Malang, SERU.co.id – Tren Work From Mall Turut mendongkrak jumlah pengunjung Malang Town Square (Matos) hingga 40 ribu selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Mall Director Matos, Fifi Trisjanti mengungkapkan, jumlah pengunjung selama Nataru meningkat hingga sekitar 40 persen dibandingkan hari biasa. Diprediksi, lonjakan pengunjung masih terjadi sampai Minggu (4/1/2026).
“Kalau lihat kondisi di sekitar Matos, akses masuk dan keluar sampai macet. Artinya, pengunjung sangat ramai dan sampai hari ini masih terasa,” seru Fifi, Sabtu (3/1/2025).
Dari sisi angka, Fifi menyebutkan, Matos dikunjungi sekitar 25.000–26.000 orang per hari di hari Senin-Jumat selama Nataru. Namun pada akhir pekan Nataru, angka tersebut naik menjadi 35.000 hingga 40.000 pengunjung per hari.
“Bahkan sampai hari ini masih ramai. Prediksi kami, lonjakan pengunjung terjadi sampai Minggu besok,” tambahnya.
Terkait wacana Work From Mall yang digagas pemerintah, Fifi menilai konsep tersebut turut memengaruhi pola kunjungan masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit pekerja yang bekerja dengan konsep Work From Anywhere (WFA) di momen besar seperti ini, memilih bekerja di mall.
“Kami melihat peluang dengan menghadirkan lebih banyak restoran dan kafe. Sekarang saja kafe-kafe di Matos penuh, anak-anak nyaman bekerja atau mengerjakan tugas sambil ngopi, apalagi di area outdoor,” tuturnya.
Ia menjelaskan, dibandingkan periode Nataru tahun lalu, tingkat kunjungan Matos tahun ini terpantau lebih tinggi. Salah satu faktor pendorongnya adalah meningkatnya jumlah wisatawan dari luar kota yang berlibur ke Malang dan Batu.
“Malang ini termasuk kota wisata, bioskop dan sentra makanan sangat diminati. Bahkan ada yang menyampaikan ke saya, mau nonton bioskop saja sudah sangat ramai,” ungkapnya.
Selain itu, wahana bermain anak seperti Playtopia juga menjadi salah satu daya tarik utama. Tingginya animo membuat pengelola sempat menerapkan pembatasan pengunjung karena kapasitas penuh.
Selama libur Nataru, Matos juga menggelar rangkaian event setiap hari selama dua pekan berturut-turut. Beragam kegiatan, mulai dari penampilan sekolah-sekolah dalam rangka Natal hingga lomba bayi merangkak, dinilai menjadi magnet utama pengunjung.
“Kalau ada event anak-anak, pengunjung bisa sampai empat kali lipat. Anak, orang tua, sampai opa-oma ikut semua,” jelas Fifi.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ir H Airlangga Hartarto MBA MMT menerangkan, pihaknya terus mengkaji kebijakan Work From Mall sebagai bagian dari WFA. Ini merupakan program yang mendorong penggunaan pusat perbelanjaan sebagai ruang kerja alternatif.
“Konsep WFM dirancang untuk mendukung ekonomi digital dan gig economy, yang melibatkan pekerja lepas dan sektor digital. Konsep ini digagas untuk menjaga daya beli masyarakat di sektor pusat perbelanjaan,” terangnya.
Mall dipilih, karena memiliki fasilitas yang lengkap, seperti jaringan internet, sumber listrik, ruang kerja yang nyaman dan layanan penunjang lain. Airlangga menuturkan, konsep ini mendorong pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat belanja, tapi juga mendukung sarana bekerja yang representatif.
“Saat ini banyak anak muda dan pekerja digital yang bisa bekerja kreatif dari mana saja. Adanya konsep ini bisa diadopsi di berbagai mall, karena itu cocok dengan lifestyle yang ada di mall,” tandasnya. (bas/rhd)








