Perayaan Tahun Baru Sederhana, Hotel di Kota Malang Tetap Capai Okupansi 90 Persen

Perayaan Tahun Baru Sederhana, Hotel di Kota Malang Tetap Capai Okupansi 90 Persen
Salah satu hotel di Kota Malang dipadati pengunjung di momen Natal dan Tahun Baru 2025. (bas)

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyampaikan, perayaan malam Tahun Baru 2026 berlangsung sederhana tanpa hiburan meriah. Meski demikian, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat, tak sedikit hotel yang berhasil mencapai okupansi 90 persen.

Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengungkapkan, tren okupansi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode serupa tahun lalu. Selama rentang 24-30 Desember 2025, rata-rata keterisian hotel berada di kisaran 60 persen dan terus merangkak naik mendekati malam tahun baru.

Bacaan Lainnya

“Okupansi Nataru tahun ini cukup bagus, lebih tinggi dibandingkan 2024. Menjelang pergantian malam tahun baru, keterisian hotel terus meningkat mencapai sekitar 90 persen,” seru Agoes, saat dikonfirmasi, Rabu (31/12/2025).

Perayaan Tahun Baru Sederhana, Hotel di Kota Malang Tetap Capai Okupansi 90 Persen
Ketua PHRI Kota Malang menjelaskan okupansi hotel di akhir tahun. (bas)

Agoes menerangkan, hotel-hotel yang berada di kawasan strategis seperti Kayutangan Heritage, pusat kuliner, dan pusat kota menjadi favorit wisatawan. Sementara itu, okupansi hotel yang berlokasi di luar kawasan utama dan masih tergolong baru cenderung lebih rendah.

“Hotel di pusat kota, khususnya area Kayutangan, hampir penuh. Wisatawan yang menginap di Kota Malang sebagian besar memang ingin menikmati kawasan tersebut,” jelasnya.

Untuk menyambut malam pergantian tahun, sejumlah hotel telah menyiapkan berbagai acara, mulai dari gala dinner hingga hiburan musik. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hotel-hotel di Kota Malang memilih tidak menggelar pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap bencana yang terjadi di Sumatera.

“Event hiburan tetap ada, tapi untuk kembang api tidak diselenggarakan. Ada kesadaran bersama dari para pengelola hotel untuk menahan euforia berlebihan,” ujarnya.

Agoes menambahkan, cuaca yang relatif bersahabat turut meningkatkan kunjungan wisata yang berdampak pada capaian okupansi hotel. Ia berharap, saat malam pergantian tahun cuaca tetap stabil.

Terpisah, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama Hotel, Sugito Adhi mengucapkan syukur. Sejak momen Natal hingga menjelang pergantian tahun, capaian okupansi di tempatnya sudah 100 persen.

“Sejak libur Natal, okupansi di hotel kami sudah high occupancy. Bahkan mencapai 100 persen,” terangnya.

Dari sisi pola pemesanan, sebagian besar tamu menggunakan online travel agent (OTA) untuk memesan kamar jauh-jauh hari. Hal itu menjadi langkah antisipasi, supaya tidak kehabisan kamar menjelang malam pergantian tahun.

“Sebagian besar reservasi melalui platform online. Kehadiran platform tersebut sangat memudahkan untuk memesan dan mengantisipasi kehabisan kamar dari jauh-jauh hari,” tandasnya. (bas/rhd)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim