Malang, SERU.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis komoditas cabai rawit, bawang merah dan daging ayam mengalami kenaikan harga. Sehingga menyebabkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang Desember 2025 mengalami inflasi 0,56 persen (mtm). Lebih tinggi dibandingkan November 0,16 persen (mtm).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina mengatakan, penyebab Inflasi IHK pada Desember 2025. Kota Malang mengalami inflasi tahunan sebesar 2,81 persen (yoy), berada di bawah inflasi tahunan Jawa Timur 2,93 persen (yoy) dan Nasional 2,92 persen (yoy).

“Inflasi IHK Kota Malang pada Desember 2025, penyebabnya didorong oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Dengan andil inflasi sebesar 0,36 persen (mtm),” seru Ina, sapaan akrabnya.
Berdasarkan penyebabnya, inflasi Kota Malang terutama didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas, di antaranya:
- komoditas cabai rawit, dengan andil 0,14 persen (mtm),
- komoditas emas perhiasan, dengan andil 0,11 persen (mtm),
- komoditas daging ayam ras, dengan andil 0,06 persen (mtm),
- komoditas bawang merah, dengan andil 0,05 persen (mtm),
- komoditas bensin, dengan andil 0,04 persen (mtm).
Secara spesifik, kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah disebabkan oleh meningkatnya permintaan di tengah tingginya curah hujan. Sehingga berpengaruh pada gangguan produksi dan distribusi.
Kenaikan harga emas perhiasan disebabkan oleh peningkatan harga komoditas emas yang masih berlanjut hingga Desember 2025. Kenaikan daging ayam ras terjadi disebabkan oleh tingginya permintaan menjelang nataru.
“Sementara kenaikan harga komoditas bensin turut disebabkan oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang berlaku sejak 1 Desember 2025,” imbuhnya.
Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada beberapa komoditas, di antaranya:
- komoditas cabai merah, dengan andil deflasi -0,03 persen (mtm),
- kacang panjang, dengan andil deflasi -0,01 persen (mtm),
- kentang, jeruk, dengan andil deflasi -0,01 persen (mtm),
- buncis, dengan andil deflasi -0,01 persen (mtm).
“Penurunan harga komoditas tersebut didukung oleh terjaganya pasokan,” timpal Ina.
Tekanan inflasi Kota Malang pada Desember 2025 masih terkendali dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persem (yoy). Hal ini tidak terlepas dari koordinasi solid yang dilakukan TPID melalui sinergi kolaboratif dalam pengendalian inflasi, antara lain:
- Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama bulan Desember 2025.
- Pembukaan Warung Tekan Inflasi Kota Malang (WTI) tanggal 25-31 Desember 2025.
- Pelaksanaan sidak pasar di Kota Malang tanggal 3 & 17 Desember 2025.
- Pemantauan harga bahan pokok selama bulan Desember 2025.
- Pelaksanaan capacity building penyusunan Neraca Pangan tanggal 5 Desember 2025, dengan mengundang narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim.
- Rencana penyusunan KAD antara Kota Malang dengan Kab. Malang untuk komoditas ayam dan telur.
- Rencana penyusunan KAD antara Kota Malang dengan Kota Batu untuk komoditas hortikultura dan cabai.
- Fasilitasi distribusi ongkos angkut komoditas pangan untuk GPM Kota Malang selama bulan Desember 2025.
- Keikutsertaan pada rakor TPID mingguan selama bulan Desember 2025.
- Publikasi infografis neraca pangan mingguan selama bulan Desember 2025.
Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus dilanjutkan pada 2026 melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Serta penguatan program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi serta Komunikasi efektif) untuk menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persem (yoy). (rhd)








