SPPG Kembali Beroperasi, 120.000 Pelajar Kota Malang Terima MBG Awal 2026

SPPG Kembali Beroperasi, 120.000 Pelajar Kota Malang Terima MBG Awal 2026
Pelajar di Kota Malang saat menyantap MBG. (bas)

Malang, SERU.co.id – Sebanyak 43 SPPG di Kota Malang kembali beroperasi di awal tahun 2026. Puluhan SPPG tersebut kembali mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada sekitar 120.000 pelajar Kota Malang.

Koordinator SPPG Kota Malang, Muhammad Athoillah mengungkapkan, puluhan SPPG di Kota Malang mulai Kamis (8/1/2026) kembali aktif. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) meliburkan operasional SPPG di seluruh Indonesia per 2-7 Januari 2026 untuk evaluasi dan masa persiapan teknis.

Bacaan Lainnya

“Saat ini ada 43 SPPG di Kota Malang. Total penerima manfaat MBG sekitar 120 ribu pelajar dan kelompok B3,” seru Atok, Kamis (8/1/2025).

Salah satu SPPG di Kota Malang menyalurkan MBG ke sejumlah sekolah. (bas)
Salah satu SPPG di Kota Malang menyalurkan MBG ke sejumlah sekolah. (bas)

Meski demikian, Atok menyampaikan, dimulainya kembali operasional SPPG berlangsung secara bertahap. Sebagian SPPG memulai operasionalnya kembali Kamis ini, sebagian lagi menyusul pada Senin mendatang.

“Hari ini, misalnya, SPPG Bahrul Maghfiroh sudah mulai beroperasi kembali. Tapi, sejumlah SPPG lain seperti SPPG dekat Stasiun Malang, baru beroperasi hari Senin besok,” ungkapnya.

Terkait jumlah SPPG, ia membenarkan Pemkot Malang sebelumnya mencatat kebutuhan ideal mencapai 85 SPPG. Ia optimis, jumlah tersebut akan terus bertambah pada 2026, seiring adanya aturan baru dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Nantinya setiap SPPG maksimal hanya melayani 3.000 penerima manfaat. Itu sudah termasuk kelompok B3, maksimal 500 penerima per SPPG,” terangnya.

Selain berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, keberadaan SPPG juga dinilai memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Dari total 43 SPPG yang beroperasi, satu SPPG rata-rata mampu menyerap sekitar 47 relawan atau pekerja, dan bisa mencapai 50 orang termasuk kepala dan staf SPPG.

“Kalau dikalikan, jumlah tenaga kerja yang terserap cukup besar. Apalagi relawan diwajibkan berasal dari warga sekitar lokasi SPPG, sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi langsung bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ia berharap, pelaksanaan program MBG dapat berjalan sukses dan mencapai tujuan utama yang telah dicanangkan pemerintah. Menurutnya, MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

“Tujuan utamanya memperbaiki gizi pelajar dan kelompok B3. Program ini sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi,” tandasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim