​Gandeng Raffi Ahmad dan Sejumlah Tokoh Nasional, ICCN Kukuhkan Kepengurusan 2025-2028 untuk Jaga Ekosistem Kreatif

​Gandeng Raffi Ahmad dan Sejumlah Tokoh Nasional, ICCN Kukuhkan Kepengurusan 2025-2028 untuk Jaga Ekosistem Kreatif
Kegiatan Pengukuhan Pengurus ICCN Periode 2025-2028 di Jakarta. (ist)

​Jakarta, SERU.co.id – Indonesia Creative Cities Network (ICCN), organisasi lintas komunitas yang menaungi 254 kota dan kabupaten kreatif di seluruh Indonesia, resmi mengumumkan susunan kepengurusan nasional periode 2025-2028. Pengukuhan ini menarik perhatian publik karena melibatkan kombinasi kuat antara tokoh publik, pengusaha nasional, hingga jajaran mantan menteri dan pejabat negara.

Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki C. Satari, mengungkapkan di bawah kepemimpinannya, ICCN akan mengusung misi sebagai “The Guardian”, penjaga dan penguat ekosistem kreatif Nusantara. Gerakan ini mengusung filosofi mendalam: “Menjaga Detak Jantung Nusantara, Merawat Pertiwi”.

Bacaan Lainnya

​”Momentum ini menandai babak baru perjalanan ICCN. Kami berkomitmen menjaga denyut kota kreatif di seluruh Nusantara agar tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki identitas kuat dan berpengaruh di tingkat global,” seru Fiki dalam keterangan resminya.

​Dalam struktur baru tersebut, posisi Wakil Ketua Umum kini dijabat oleh dua sosok pengusaha sekaligus figur publik ternama, yakni Raffi Farid Ahmad dan Gilang Widya Pramana. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan energi baru dalam mempercepat akselerasi ekonomi kreatif di tingkat nasional maupun internasional.

​Tak hanya itu, ICCN juga memperkuat barisan kepemimpinannya dengan jajaran dewan yang diisi oleh tokoh-tokoh besar.

Teuku Riefky Harsya didapuk sebagai Ketua Dewan Pengarah, didampingi oleh Giring Ganesha Djumaryo, Ni Luh Enik Ermawati, dan pakar industri kreatif Wishnutama Kusubandio.

Sementara itu, di jajaran Dewan Kehormatan, ada nama-nama strategis seperti Erick Thohir, Teten Masduki, Mugiyanto Sipin, hingga pakar teknologi Ilham Akbar Habibie.

​​Untuk mencapai “The Guardian”, penjaga dan penguat ekosistem kreatif Nusantara, ICCN akan bertumpu pada tiga pilar utama yakni ​Mandiri, Berkelanjutan dan Berdampak. Arti Kemandirian adalah memperkuat ekonomi organisasi melalui pengelolaan kekayaan intelektual (IP). ​Berkelanjutan berarti merawat ekosistem kreatif yang hijau dan inklusif. Dan ​Berdampak dimaksudkan adalah memastikan program kerja memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

​​Guna mempercepat implementasi program di ratusan kabupaten/kota, ICCN membentuk enam Deputi Strategis. Mencakup bidang Tata Kelola, Ekosistem Kreatif, Data dan Riset, Pengembangan Talenta, Kemitraan Strategis, hingga Urusan Jejaring Internal. Sebagai organisasi yang memegang teguh 10 Prinsip Kota Kreatif Indonesia, ICCN terus mendorong kolaborasi hexahelix. (dik/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim