BGN Hentikan Sementara Distribusi MBG Awal 2026, Seluruh SPPG Evaluasi Operasional

BGN Hentikan Sementara Distribusi MBG Awal 2026, Seluruh SPPG Evaluasi Operasional
Distribusi MBG akan dihentikan sementara di awal Januari 2026, termasuk di Kota Malang. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia pada awal 2026. Momen tersebut menjadi sarana evaluasi dan persiapan bagi SPPG secara serempak.

Koordinator SPPI Kota Malang, Muhammad Athoillah membenarkan, adanya penghentian MBG semetara waktu. Penghentian tersebut dimulai tanggal 2-7 Januari 2026 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Hari Senin-Rabu di akhir tahun kami masih beroperasi. Tapi hanya melayani kelompok B3 (Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui),” seru Athok, saat dikonfirmasi wartawan SERU.co.id, Selasa (30/12/2025).

Seluruh SPPG akan mematangkan persiapan teknis dan mengevaluasi segala kekurangan sebelum beroperasi kembali. (Seru.co.id/bas)
Seluruh SPPG akan mematangkan persiapan teknis dan mengevaluasi segala kekurangan sebelum beroperasi kembali. (Seru.co.id/bas)

Lebih lanjut Athok membenarkan, selama libur operasional terdapat masa persiapan yang ditetapkan oleh BGN. Setiap SPPG diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan yang ada sebelum beroperasi kembali.

“Masa persiapan mulai tanggal 2-7 Januari 2026 itu. SPPG yang membutuhkan renovasi bisa segera merenovasi dan ada yang melengkapi peralatan serta fasilitas pendukung sesuai standar, termasuk kelengkapan lain-lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan, waktu persiapan tersebut diberikan, agar pelaksanaan MBG berjalan optimal sekaligus meringankan tugas para guru. Hal ini mengingat kegiatan sekolah masih dalam masa libur pasca Tahun Baru.

“Saat ini, jumlah SPPG yang ada di Kota Malang mencapai 43 unit. Sejauh ini belum ada perubahan standar operasional prosedur (SOP) dan kemungkinan masih sama seperti Juklak dan Juknis di bulan Oktober kemarin,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, BGN kini menerapkan kuota berdasarkan jumlah siswa per kecamatan. Dari jumlah tersebut, dapat dipetakan kebutuhan SPPG yang melayani dalam satu wilayab kecamatan.

“Target sebelumnya berdiri 85 SPPG di Kota Malang, tapi ada kemungkinan bertambah di 2026 seiring terbitnya petunjuk teknis terbaru. Dalam juknis terbaru, jumlah penerima manfaat dari tiap SPPG dibatasi maksimal 3.000 penerima, itu termasuk maksimal 500 penerima dari kelompok B3,” urainya.

Sebelumnya, Ketua BGN, Dadan Hindayana mengatakan, program MBG akan dihentikan sementara di awal 2026. Adapun pada 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai masa persiapan bagi seluruh SPPG.

“Hari-hari tersebut digunakan sebagai masa persiapan teknis. Beserta penguatan standar keamanan pangan,” tuturnya, sebagaimana dikutip.

Dadan menegaskan, pihaknya ingin memastikan kualitas MBG dan kesiapan logistik di lapangan. Untuk itu, jeda sementara diharapkan mendorong pelaksanaan program MBG berjalan lebih maksimal ke depannya.

“Tapi pelaksanaan di tahun 2025 masih berlangsung sampai akhir tahun, khususnya untuk melayani kelompok B3. Kalau sekolah sifatnya opsional di masa liburan,” tandasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim