Malang, SERU.co.id – ArtMeru Gallery resmi menggelar pameran seni rupa perdana bertajuk Mukadimah Art Exhibition. Pameran ini menampilkan berbagai macam mahakarya para seniman dari Jawa Timur yang sarat akan refleksi nilai kehidupan.
Kurator Pameran Mukadimah, Helmi Zuhdi mengungkapkan, pameran tersebut merupakan pembuka arah pengembangan ArtMeru Gallery ke depan. Galeri ini tidak hanya menjadi ruang pamer karya, tetapi juga akan mengembangkan manajemen seniman serta memperkuat ekosistem seni rupa melalui berbagai program.
“Mukadimah kami maknai sebagai sebuah permulaan. Harapannya ArtMeru menjadi wadah presentasi karya seni rupa, khususnya bagi para seniman di Jawa Timur,” seru Helmi, Rabu (8/7/2026).
Sebanyak 22 seniman dilibatkan dalam pameran ini. Sekitar 70 persen di antaranya berasal dari Malang Raya, meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sisanya berasal dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Pasuruan.
“Berbagai medium seni turut dipamerkan, mulai dari seni lukis, drawing, textile art, hingga new media art yang mencakup karya instalasi dan patung. Keberagaman tersebut menggambarkan dinamika seni rupa Jawa Timur saat ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ArtMeru Gallery memiliki sejumlah tujuan jangka panjang. Selain menjadi galeri komersial yang membantu seniman memasarkan karya, galeri ini juga ingin menjadi pusat edukasi seni rupa. Art Meru Gallery juga dapat menjadi ruang dokumentasi perkembangan seni, sekaligus tempat lahirnya berbagai wacana kreatif.
“Ke depan, kami rencananya rutin menggelar pameran tunggal, pameran kelompok, pameran retrospektif, hingga pameran arsip. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni rupa di Jawa Timur,” ujarnya.
Salah satu daya tarik dalam pameran Mukadimah adalah hadirnya sejumlah karya interaktif. Di lantai tiga, pengunjung dapat menikmati karya audio visual mapping dari kelompok seniman Sintetika asal Malang serta instalasi karya Tuyul Dolanan Nuklir asal Sidoarjo.
Menurut Helmi, kehadiran karya-karya interaktif sengaja dihadirkan untuk mendekatkan seni rupa kepada masyarakat umum. Disamping itu, ia berharap para pengunjung juga dapat memetik makna kehidupan maupun pesan yang disampaikan para seniman lewat mahakaryanya.
“Kami ingin menghilangkan jarak antara seni rupa dan masyarakat. Orang yang sebelumnya mungkin merasa seni itu sulit, sekarang bisa datang, menikmati dan berinteraksi langsung dengan karya,” katanya.
Lokasi galeri yang berada di kawasan pusat Kota Malang dan berdekatan dengan kawasan wisata Kampung Heritage Kayutangan dinilai menjadi nilai tambah. Mayoritas pengunjung yang datang merupakan masyarakat umum yang tertarik mengenal seni, meski bukan berasal dari kalangan pelaku seni.
“Seluruh karya yang dipamerkan bisa dapat dikoleksi. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai karya maupun profil seniman melalui laman resmi ArtMeru Gallery ataupun langsung berkonsultasi dengan kami,” lanjutinya.
Sementara, Gallery Sitter ArtMeru, Kharisma Nur Sofia mengatakan, pameran ini menghadirkan berbagai karya dengan cerita dan pendekatan artistik yang beragam. Ia mencontohkan, karya abstrak seniman Osya Wara yang menyusun fragmen-fragmen memori masa kecil dalam bentuk menyerupai puzzle.
“Karya tersebut menggambarkan bagaimana ingatan manusia tersimpan secara tidak utuh, tapi tetap membentuk sebuah cerita. Ada fragmen mesin jahit, langit-langit rumah dan itu saling terhubung menjadi suatu kisah masa kecilnya,” terang Risma, sapaannya.
Ada pula karya yang terinspirasi dari komedian Tessy, menampilkan dua wajah sebagai simbol perjalanan hidupnya dari dunia militer menuju panggung hiburan bersama Srimulat. Karya tersebut menggunakan teknik etching pada material logam, sehingga motifnya akan semakin terlihat seiring proses oksidasi.
“Di sini pengunjung pun bisa melihat karya seni yang sangat abstrak, menggambarkan bagaimana bullying membentuk pengalaman hidup seseorang. Di saat yang sama, karya tersebut berbicara tentang ketahanan manusia untuk bertahan, pulih dan menemukan nilai dirinya ditengah tekanan,” bebernya.
Sebagai informasi, pameran Mukadimah Art Exhibition berlangsung selama dua bulan, mulai 26 Juni hingga 26 Agustus 2026. Setiap pengunjung ditarik harga tiket masuk sebesar Rp15.000 sebelum memasuki kawasan pameran. (bas/mzm)









