Sinkronisasi Kurikulum PPLG: Praktisi Game Batu Berharap Audiensi dengan Kadisdik Jatim

Sinkronisasi Kurikulum PPLG: Praktisi Game Batu Berharap Audiensi dengan Kadisdik Jatim
Pengurus Let’s Play Game Studio Kota Batu. (dok. Let's Play Game Studio)

Batu, SERU.co.id – Industri game yang berkembang pesat menuntut adaptasi cepat dari dunia pendidikan. Guna menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah dengan kebutuhan riil industri, praktisi game berharap untuk dapat segera melangsungkan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Praktisi dan pelaku industri Gim dari Let’s Play Game Studio Kota Batu, Anggara Jaya Wardhana mengatakan, pertemuan yang diharapkan adalah membahas sinkronisasi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Khususnya untuk jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), serta program penguatan literasi berbasis gamifikasi. ​Berdasarkan kunjungan dan konsultasi dari sejumlah SMK ke Let’s Play Game Studio, ditemukan bahwa materi ajar pada jurusan PPLG di banyak sekolah masih belum selaras (mismatch) dengan dinamika industri game modern.

Bacaan Lainnya

“​Beberapa poin yang menjadi sorotan para praktisi antara lain ketertinggalan alih teknologi. Di lingkungan sekolah, siswa umumnya masih diajarkan menggunakan perangkat dasar seperti Construct. Sementara itu, industri game profesional saat ini sudah bergerak menggunakan game engine yang lebih kompleks dan adaptif seperti Unity,” serunya.

​Menurut Angga sapaannya, minimnya keselarasan kompetensi ini dikhawatirkan membuat para lulusan baru (fresh graduates) kesulitan terserap oleh studio-studio game lokal, yang pada akhirnya memicu angka pengangguran. Mengingat kapasitas serapan tenaga kerja di studio game lokal masih memiliki batasan kuota, siswa SMK dinilai nuga perlu dibekali kemampuan entrepreneurship.

“Dengan begitu, mereka dapat mandiri menjadi Indie Game Developer yang mampu memproduksi dan merilis karya mereka sendiri ke pasar,” ungkapnya.

​Sebagai bentuk kontribusi nyata, Let’s Play Game Studio menyatakan kesiapannya. Untuk mendampingi pihak Dinas Pendidikan dalam menyusun standardisasi kurikulum yang lebih aplikatif.

​”Kami siap membantu melakukan sosialisasi serta menyelenggarakan program Training of Trainers (ToT) bagi para guru produktif SMK. Tujuannya agar para pengajar memiliki pemahaman teknis dan kompetensi yang sesuai dengan standar industri game terkini,” imbuh Angga.

​Selain fokus pada pembenahan SMK jurusan PPLG, agenda audiensi mendatang juga akan mengenalkan program inovatif berupa Literasi Koperasi Berbasis Gamifikasi. Program ini ditujukan bagi siswa SMA dan SMK di seluruh wilayah Jawa Timur. Dimana ​Let’s Play Game Studio sendiri telah berhasil mengembangkan produk game edukasi yang dirancang khusus untuk mengenalkan asas-asas perkoperasian dan keuangan dengan cara yang interaktif serta menyenangkan bagi generasi muda.

“​Kami berharap bisa mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk menyosialisasikan dan mengimplementasikan game edukasi tersebut sebagai media belajar alternatif di sekolah-sekolah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak talenta digital Jawa Timur yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga berdaya saing tinggi dan mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif,” pungkasnya. (dik/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *