44 Kampus Peserta PEKSIMIDA Jatim Berebut Tiket PEKSIMINAS 2026

44 Kampus Peserta PEKSIMIDA Jatim Berebut Tiket PEKSIMINAS 2026
Perwakilan kontingen membawa pataka dalam PEKSIMIDA Jatim 2026 saat pembukaan di Graha Cakrawala UM. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Sekitar 400 mahasiswa dari 44 kampus di Jawa Timur bertanding dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jatim 2026. Memperebutkan tiket Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember (UNEJ) pada 8-12 September 2026, oleh BPSMI Jawa Timur.

Ketua Pembina Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jatim, Dr. Fendi Setyawan SH MH mengatakan, PEKSIMIDA dibuka di Universitas Negeri Malang pada 7 Juli 2026. Selanjutnya akan dipertandingkan di sejumlah kampus dan ditutup di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 13 Juli 2026.

“Diikuti oleh 400 mahasiswa dari 44 kampus, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur (Jatim). Dengan melombakan 15 tangkai seni yang diselenggarakan atau disebarkan pada 9 perguruan tinggi di Jawa Timur,” seru Fendi, di Graha Cakrawala UM, Selasa (7/7/2026) malam.

Pembukaan PEKSIMIDA Jatim 2026 di Graha Cakrawala UM. (rhd)
Pembukaan PEKSIMIDA Jatim 2026 di Graha Cakrawala UM. (rhd)

15 Tangkai Seni dan Lokasi Pelaksanaan PEKSIMIDA Jatim 2026

Ketua Pelaksana PEKSIMIDA Jawa Timur 2026 ini merinci, 15 tangkai seni yang diperlombakan dan venue perguruan tinggi pelaksana. Di antaranya:

1. Menyanyi Dangdut, di Universitas Brawijaya (UB) Malang.
2. Menyanyi Seriosa, di UK Petra Surabaya.
3. Menyanyi Keroncong, di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
4. Menyanyi Pop, di Universitas Brawijaya (UB) Malang.
5. Vokal Grup, di UPN Veteran Surabaya.
6. Tari, di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
7. Baca Puisi, di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan.
8. Monolog, di Universitas Jember (UNEJ)
9. Penulisan Cerpen, di Universitas Negeri Malang (UM).
10. Penulisan Lakon, di Universitas Negeri Malang (UM).
11. Penulisan Puisi, di Universitas Negeri Malang (UM).
12. Desain Poster , di ITS Surabaya.
13. Lukis, di Universitas Jember (UNEJ).
14. Komik Strip, di Universitas Jember (UNEJ).
15. Fotografi, di ITS Surabaya.

45 Juri Jaga Fair Play, Siapkan 15 Tiket PEKSIMINAS 2026

Sebagai bentuk independensi dan fair play, PEKSIMIDA 2026 melibatkan 45 juri yang akan ditempatkan 3 juri pada masing-masing tangkai seni. Nantinya masing-masing juara 1, 2 dan 3 akan mendapatkan tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan. Sementara, harapan 1, 2 dan 3 mendapatkan tropi dan piagam penghargaan.

“Khusus juara 1 masing-masing tangkai seni, berhak mendapatkan tiket mengikuti PEKSIMINAS 2026 mewakili Jawa Timur. Kontingen Jatim ini akan bertanding bersama perwakilan 38 provinsi di Indonesia,” ucap Wakil Rektor III Universitas Jember (UNEJ) ini.

Dirinya berpesan, agar peserta menjunjung tinggi sportivitas karena akan membawa nama baik kampus-kampus di Jawa Timur. Harapannya, dari PEKSIMIDA Jatim 2026 lahir pemenang yang benar-benar kompeten dan layak bertanding mewakili Jatim di PEKSIMINAS 2016

“Kalian tidak hanya cerdas di dalam kelas, namun gigi dan tangguh di panggung luar kelas. Dan jiwa yang kalian miliki adalah benteng terakhir kemanusiaan. Jaga sportivitas karena kita adalah Satu Jawa Timur,” tandasnya.

Apresiasi Pemprov Jatim pada PEKSIMIDA 2026

Mewakili Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Evi Afianasari ST MMA mengharapkan, Peksimida mampu melahirkan delegasi terbaik yang dapat mengharumkan nama Jawa Timur pada PEKSIMINAS 2026. Untuk itu, seluruh peserta dapat menampilkan karya terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas, integritas dan saling menghargai antar sesama peserta.

“Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi proses berkarya, berkolaborasi dan belajar bersama merupakan nilai yang jauh lebih bermakna. Kami berharap PEKSIMIDA mampu melahirkan mahasiswa yang membanggakan Jawa Timur di tingkat nasional,” ucap Evy.

Dirinya mengapresiasi, para pimpinan perguruan tinggi, dosen pembimbing, pembina, dan seluruh pendamping. Dimana telah membina mahasiswa hingga mampu tampil pada ajang PEKSIMIDA.

“Terima kasih kepada jajaran kampus yang telah melahirkan generasi muda penerus bangsa dan menjunjung sportivitas. Tak hanya pandai secara akademis, namun juga kreatif dalam non akademis menjaga budaya dan jati diri bangsa,” pungkasnya.

Harapan UM Sebagai Tuan Rumah PEKSIMIDA 2026

Rektor UM, Prof Dr Hariyono MPd mengatakan, PEKSIMIDA tidak boleh dipandang semata sebagai ajang perlombaan. Pasalnya, seni atau nilai estetika merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan peradaban bangsa yang harus dikembangkan menjadi nilai luhur peradaban. Ia juga mendorong adanya mahasiswa dan kampus yang mampu membanggakan Jawa Timur di ajang bergengsi nasional PEKSIMINAS.

“PEKSIMIDA dan PEKSIMINAS adalah ruang untuk menumbuhkan kepekaan estetika, kreativitas, sekaligus membangun karakter mahasiswa. Kolaborasi lintas kampus di Jatim ini dapat melahirkan generasi muda dan peradaban kedepan untuk sama-sama menonjolkan kampus masing-masing, tanpa meniadakan kampus lainnya,” ungkap Prof Hariyono.

Prof Hariyono berharap, pertemuan 44 kontingen dari berbagai perguruan tinggi tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata. Tetapi menjadi awal lahirnya jejaring kolaborasi seni antar-kampus yang mampu berkembang menjadi kekuatan industri kreatif Jawa Timur.

“Bisa jadi ide-ide mahasiswa yang lahir dari PEKSIMIDA berkembang menjadi industri kreatif yang bersinergi dengan berbagai pihak. Bahkan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu dikenal hingga mancanegara,” ungkapnya.

Senada, Wakil Rektor I UM, Prof Ibrahim Bafadal mengatakan, tuan rumah UM mendapatkan dua amanah sekaligus. Yaitu sebagai tuan rumah pembukaan Peksimida dan penyelenggara tiga cabang lomba sastra.

“Harapannya, pelaksanaan PEKSIMIDA lancar dan dapat menghasilkan talenta terbaik yang akan mewakili Jawa Timur ke PEKSIMINAS,” harapnya. (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *