Mahasiswa MBKM Perdalam Budidaya Pakcoy dan Selada Hidroponik Melalui Instalasi NFT dan DFT di P4S Hikmah Farm

Mahasiswa MBKM Perdalam Budidaya Pakcoy dan Selada Hidroponik Melalui Instalasi NFT dan DFT di P4S Hikmah Farm

Di P4S Hikmah Farm, budidaya pakcoy dan selada dilakukan menggunakan dua jenis instalasi hidroponik, yaitu Nutrient Film Technique (NFT) dan Deep Flow Technique (DFT). Kedua sistem tersebut memanfaatkan larutan nutrisi sebagai sumber unsur hara bagi tanaman, namun memiliki karakteristik yang berbeda. Instalasi NFT mengalirkan lapisan tipis larutan nutrisi secara terus-menerus di sepanjang talang tanam sehingga akar tanaman memperoleh pasokan air, nutrisi, dan oksigen secara optimal. Sementara itu, instalasi DFT memiliki genangan larutan nutrisi dengan kedalaman tertentu yang membantu menjaga ketersediaan air bagi tanaman apabila terjadi gangguan sementara pada sirkulasi.

ahapan budidaya diawali dengan penyemaian benih pakcoy dan selada menggunakan media tanam yang bersih dan steril. Mahasiswa mempelajari teknik penyemaian yang baik agar benih mampu berkecambah secara seragam dan menghasilkan bibit yang sehat. Selama masa persemaian, kelembapan media, pencahayaan, serta kondisi bibit dipantau secara rutin hingga tanaman siap dipindahkan ke instalasi hidroponik.

Bacaan Lainnya

Setelah bibit mencapai umur tanam, mahasiswa melakukan proses pindah tanam ke instalasi NFT maupun DFT. Tahapan ini dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kondisi akar agar tidak mengalami kerusakan. Penempatan tanaman juga disesuaikan dengan jarak tanam yang telah ditentukan sehingga setiap tanaman memperoleh ruang tumbuh yang cukup dan dapat berkembang secara optimal.

Selama masa pemeliharaan, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan monitoring setiap hari. Kegiatan tersebut meliputi pengukuran pH larutan nutrisi, pengecekan konsentrasi nutrisi menggunakan satuan PPM (Parts Per Million), memastikan pompa air dan saluran instalasi berfungsi dengan baik, serta mengamati pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Pemantauan dilakukan secara berkala karena kestabilan nutrisi dan kelancaran sirkulasi air menjadi faktor penting dalam menghasilkan pertumbuhan pakcoy dan selada yang seragam.

Selain pengelolaan nutrisi, mahasiswa juga mempelajari pentingnya menjaga kebersihan instalasi hidroponik. Talang tanam, bak penampung nutrisi, pipa distribusi, dan lingkungan sekitar area budidaya dibersihkan secara berkala untuk meminimalkan risiko pertumbuhan lumut maupun gangguan organisme pengganggu tanaman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas produksi agar tetap memenuhi standar yang diharapkan.

Memasuki masa panen, mahasiswa ikut terlibat dalam proses pemanenan pakcoy dan selada sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Tanaman dipanen pada umur dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan pasar, kemudian dilakukan proses sortasi untuk memisahkan produk berdasarkan kualitas. Setelah itu, sayuran dibersihkan, ditimbang, dikemas, dan disiapkan untuk didistribusikan kepada konsumen sehingga kesegaran produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan pembeli.

Selain mempelajari aspek teknis budidaya, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pengelolaan usaha hortikultura. Mereka mengamati bagaimana jadwal tanam disusun agar panen dapat dilakukan secara berkesinambungan, bagaimana kebutuhan pasar menjadi dasar dalam menentukan jumlah produksi, serta bagaimana kualitas produk dipertahankan melalui penerapan standar budidaya dan penanganan pascapanen yang baik. Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa keberhasilan usaha hidroponik tidak hanya ditentukan oleh teknik budidaya, tetapi juga oleh perencanaan produksi dan pengelolaan usaha yang efektif.

Melalui program magang di P4S Hikmah Farm, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik di lapangan. Keterlibatan secara langsung dalam budidaya pakcoy dan selada menggunakan instalasi NFT dan DFT memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan teknologi hidroponik modern sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang agribisnis. Diharapkan pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan pertanian hortikultura yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan di masa mendatang.

 

Penulis

  • Balva Ojzin Chrasiva (Agribisnis/ Fakultas Pertanian)
  • Victor Mahendra H. (Agribisnis/ Fakultas Pertanian)
  • M Dhimes Kaisul Anaam (Agribisnis/ Fakultas Pertanian)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *