Tutup KCS 39, SMK PGRI 3 Malang Kukuhkan 987 Siswa Baru Skariga

Tutup KCS 39, SMK PGRI 3 Malang Kukuhkan 987 Siswa Baru Skariga
Penyematan seragam sekolah sebagai simbolis pengukuhan peserta sebagai siswa baru keluarga besar Skariga. (rhd)

Malang, SERU.co.id – SMK PGRI 3 Malang (Skariga) menutup Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) 39 di Lapangan Upacara Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang, Kamis (9/7/2026). Sekaligus menandai pengukuhan 987 peserta KCS menjadi siswa baru SMK PGRI 3 Malang (Skariga) yang berkarakter kuat, berbudaya dan berwawasan global.

Berkesempatan menutup, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr Aries Agung Paewai SSTP MM menyampaikan, beberapa pesan mendalam kepada para siswa baru. Dirinya mengapresiasi, konsistensi KCS SMK PGRI 3 Malang dalam mencetak pendidikan karakter dan kedisiplinan peserta didik selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Bacaan Lainnya

“Kami sangat mengapresiasi budaya positif SMK PGRI 3 Malang dengan membangun karakter dan disiplin selama pelaksanaan KCS atau MPLS ala Skariga ini. Pendidikan karakter menjadi fondasi penting mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik. Serta memiliki integritas, disiplin dan kepedulian terhadap sesama,” seru Aries, dalam sambutannya.

Para siswa baru SMK PGRI 3 Malang bersama para guru, pelatih TNI AL dan undangan. (rhd)
Para siswa baru SMK PGRI 3 Malang bersama para guru, pelatih TNI AL dan undangan. (rhd)

SMK Pencetak SDM Generasi Unggul

Aries menegaskan, paradigma terhadap pendidikan vokasi kini telah berubah. Jika dahulu SMK kerap dipandang sebelah mata, kini menjadi penopang utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Kalau dulu banyak yang mengatakan SMK tidak punya masa depan, sekarang justru sebaliknya. SMK adalah masa depan bangsa. Lulusannya menjadi tenaga profesional, penggerak industri, bahkan banyak yang menjadi pahlawan devisa melalui dunia kerja,” tegasnya.

Aries berpesan, agar para siswa baru menjaga nama baik sekolah, menghormati guru, menyayangi teman, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana. Dimana Artificial Intelligence (AI) hanyalah alat bantu bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi. Serta sarana belajar dan berinovasi, bukan sandaran untuk kemudahan pekerjaan secara instans.

“Gunakan teknologi dengan bijak, gunakan AI sebagai alat untuk membantu kalian belajar. Sebab keberhasilan tetap ditentukan oleh kerja keras, disiplin dan kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi,” pesannya, sebelum penyematan seragam sekolah.

Ia mengingatkan, tidak ada keberhasilan yang diraih dengan jalan mudah. Kesuksesan hanya dapat dicapai melalui proses panjang yang dipenuhi semangat belajar, kedisiplinan, dan ketekunan.

“Pendidikan bukan hanya urusan pemerintah. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, pemerintah, guru, orang tua dan lingkungan agar lahir generasi yang cerdas. Serta berkarakter, berprestasi, siap bekerja, siap melanjutkan pendidikan, sekaligus siap berwirausaha membawa nama baik Jawa Timur dan Indonesia,” tandasnya.

SMK PGRI 3 Malang Cetak Tenaga Profesional Siap Kerja

Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr Moch Lukman Hakim ST MM mengatakan, KCS 39 mengusung tema ‘Garda Swarna Skariga Muda nan Gemilang, Menganyam Budaya Menembus Cakrawala’. Prosesi pengukuhan menjadi lambang masa pencalonan telah usai, para siswa telah resmi menyandang status keluarga besar “Skariga Muda”. Dimana siap ditempa menjadi tenaga profesional siap kerja.

“Tidak hanya berfokus pada kedisiplinan fisik dan mental, KCS Angkatan 39 menunjukkan komitmen nyata terhadap lingkungan dan kepedulian sosial,” ucap Lukman.

Melalui pengukuhan KCS 39 ini, lanjut Lukman, SMK PGRI 3 Malang kembali menegaskan posisinya. Sebagai lembaga pendidikan vokasi yang melahirkan lulusan kompeten secara teknis. dan membentuk generasi emas (Garda Swarna).

“Harapannya, para siswa memegang teguh akar budaya bangsa dan siap melangkah menembus cakrawala dunia,” jelasnya.

Siswa Baru SMK PGRI 3 Malang Deklarasi Jatim Bebas Sampah Plastik

Dalam momentum ini, SMK PGRI 3 Malang mendeklarasikan narasi mendukung penuh program ‘Jawa Timur Bebas Sampah Plastik,’ Sebagai aksi konkret, dilakukan penyerahan donasi 987 tumbler (botol minum isi ulang) dari peserta KCS. Kepada perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Malang.

“Gerakan ini diharapkan mampu mengedukasi generasi muda sejak dini untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai,” tandasnya.

Kegiatan diakhiri penyerahan hadiah 3 kompi terbaik, dimana telah menunjukkan performa, kekompakan dan kedisiplinan tertinggi selama masa orientasi. Penyerahan hadiah diberikan secara langsung kepada 3 Kompi Terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan solidaritas selama digembleng di Lanal Malang. (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *