Blitar, SERU.co.id –Â PT Tjandi Sewu Baru menggelar kegiatan tasyakuran panen tebu sekaligus melaksanakan tradisi tahunan Petik Tebu pada Rabu (22/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan perusahaan ini menjadi bentuk rasa syukur atas dimulainya musim panen tebu sekaligus penanda kesiapan perusahaan menyambut musim giling tahun 2026. Prosesi diawali dengan penebangan tebu pertama secara simbolis yang diiringi doa bersama sebagai harapan agar seluruh rangkaian panen, pengangkutan, hingga penggilingan dapat berjalan dengan aman, lancar, serta mencapai target produksi yang telah ditetapkan.
Sebagai tanaman yang telah lama dibudidayakan di Indonesia, tebu memiliki siklus pertumbuhan yang menentukan waktu panen secara spesifik. Pada periode Maret hingga Mei, tanaman umumnya memasuki fase berbunga sehingga peningkatan produktivitas mulai melambat. Oleh karena itu, penentuan waktu tanam menjadi faktor penting agar tebu dapat dipanen pada tingkat kematangan yang optimal.
Kondisi tersebut menjadikan musim panen dan musim giling berlangsung relatif tetap setiap tahunnya, yakni sekitar Mei hingga November. Tradisi Petik Tebu yang dilaksanakan menjelang musim giling menjadi simbol dimulainya rangkaian produksi sekaligus bagian dari budaya perusahaan yang terus dijaga.
“Tradisi Petik Tebu ini sebenarnya bentuk rasa syukur kita atas semua hasil yang sudah dicapai. Sekaligus, kita sama-sama berdoa dan berharap supaya proses panen, angkutan, sampai penggilingan nanti bisa berjalan lancar, aman, dan target produksi serta rendemennya bisa optimal,” ujar Guntoro, Wakil General Manager PT Tjandi Sewu Baru.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen, staf, dan karyawan PT Tjandi Sewu Baru serta tokoh masyarakat. Selain prosesi Petik Tebu, acara juga diisi dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai sarana mempererat hubungan antara perusahaan, pekerja, dan masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan yang terjalin mencerminkan sinergi antara perusahaan dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran operasional selama musim panen dan giling.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa magang Program Studi Agribisnis Universitas Brawijaya yang sedang menjalankan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di PT Tjandi Sewu Baru turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Keikutsertaan mahasiswa memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya kerja perusahaan sekaligus memahami bahwa kegiatan agribisnis tidak hanya berkaitan dengan aspek produksi, tetapi juga nilai-nilai tradisi dan hubungan sosial yang tumbuh bersama masyarakat.
“Bagi saya, ini pengalaman baru yang luar biasa karena bisa melihat langsung tebu pertama ditebang. Ikut tasyakuran Petik Tebu ini bikin kami lebih mengenal budaya,” ujar Velly Nur Aisyah, mahasiswa MBKM Universitas Brawijaya.
Melalui kegiatan ini, PT Tjandi Sewu Baru tidak hanya menandai dimulainya musim panen dan persiapan musim giling tahun 2026, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi perusahaan sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara aspek teknis, budaya, dan sosial dalam dunia agribisnis. (Haris Meda Hermansyah- Mahasiswa Agribisnis)









