Daun cengkeh merupakan salah satu komoditas yang memiliki kandungan minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi. Minyak atsiri daun cengkeh banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri, seperti farmasi, kosmetik, pangan, hingga produk perawatan tubuh karena mengandung senyawa eugenol sebagai komponen utamanya. Potensi tersebut dimanfaatkan oleh PT Tjandi Sewu Baru melalui proses penyulingan daun cengkeh untuk menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas yang sesuai standar industri.
Proses penyulingan diawali dengan pengisian bahan baku ke dalam ketel penyulingan. Selanjutnya, uap panas dialirkan untuk menguapkan komponen minyak yang terkandung dalam daun cengkeh. Uap tersebut kemudian didinginkan hingga berubah menjadi cairan yang terdiri atas campuran air dan minyak. Setelah melalui proses pemisahan, diperoleh minyak atsiri daun cengkeh yang siap untuk tahap pengujian dan penyimpanan. Kualitas minyak atsiri yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi bahan baku yang digunakan. Pemilihan daun cengkeh yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan minyak dengan mutu yang optimal.
“Kuncinya ada di bahan baku. Kalau daun cengkehnya kering, bagus, dan mengilap, untuk kualitas minyak atsirinya juga bakal lebih bagus, akan tetapi ketika daunnya sudah terlanjur rusak atau terfermentasi, hasilnya akan berbeda,” ujar Bapak Yuedi, Manajer Pabrik dan Pengolahan PT Tjandi Sewu Baru.
Sebagai bagian dari pengendalian mutu, minyak atsiri yang dihasilkan kemudian diuji menggunakan parameter berat jenis (BJ) yang menjadi salah satu indikator kadar eugenol. Secara umum, semakin tinggi nilai berat jenis minyak atsiri, semakin tinggi pula kadar eugenol yang terkandung di dalamnya. Minyak atsiri dengan berat jenis sekitar 1,027–1,029 menunjukkan kadar eugenol sekitar 73%, yang merupakan salah satu standar kualitas produk yang dipasaran. Pengujian berat jenis dilakukan secara rutin di PT Tjandi Sewu Baru untuk memastikan minyak atsiri yang dihasilkan memenuhi spesifikasi mutu dan kebutuhan pasar sebelum dipasarkan.
Melalui penerapan proses penyulingan yang terstandar serta pengendalian mutu yang konsisten, PT Tjandi Sewu Baru terus berupaya menghasilkan minyak atsiri daun cengkeh yang memenuhi standar kualitas perusahaan dan kebutuhan industri. Pengolahan daun cengkeh menjadi minyak atsiri tidak hanya memberikan nilai tambah pada komoditas pertanian, tetapi juga menunjukkan bagaimana penerapan teknologi pengolahan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran bagi Mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Brawijaya dalam memahami proses produksi dan pengendalian mutu minyak atsiri secara langsung di lingkungan industri.
Penulis:
Nama : Haris Meda Hermansyah
Profesi : Mahasiswa Agribisnis









