KCS 39 Cetak 987 Siswa Baru SMK PGRI 3 Malang Jadi Garda Swarna

KCS 39 Cetak 987 Siswa Baru SMK PGRI 3 Malang Jadi Garda Swarna
Prosesi pelepasan 987 siswa baru SMK PGRI 3 Malang dalam pengembaraan. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Sebanyak 987 calon siswa baru SMK PGRI 3 Malang (Skariga) mengikuti pembukaan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) ke-39 bertemakan Garda Swarna 39. Dimana KCS menjadi kawah candradimuka mencetak lulusan Skariga berdaya saing unggul, berakhlakul karimah dan menjadi lulusan terbaik di Indonesia.

Dalam pembukaan KCS 39, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Malang, Frenky Minggaryana Dwi Putra menyampaikan, KCS merupakan praktik baik yang layak diapresiasi. Bahkan dapat menjadi role model penguatan karakter dan kedisiplinan yang bisa diadopsi dan disesuaikan karakteristik sekolah lain.

Bacaan Lainnya

“KSC ini merupakan salah satu program luar biasa yang mampu menumbuhkan semangat dan kecintaan siswa sejak awal masuk sekolah. Harapannya, mereka paham apa saja tanggung jawabnya selama masa pembelajaran sebagai siswa SMK PGRI 3 Malang. Sehingga kompetensi lulusannya di atas rata-rata dan langsung diterima kerja oleh dunia usaha dan dunia industri,” seru Frenky, mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Malang, Dr Hj Hastini Ratna Dewi MPd.

Frenky mengingatkan, pentingnya sekolah ramah anak sebagaimana program pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah aman, nyaman dan anti bullying. Dimana optimalisasi peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) menjadi kunci upaya pencegahan berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan (bullying).

Penuangan air pada kanvas putih bertuliskan Garda Swarna oleh Frenky MDP. (rhd)
Penuangan air pada kanvas putih bertuliskan Garda Swarna oleh Frenky MDP. (rhd)

“Sekolah wajib mengaktifkan dan memperkuat fungsi TPPK dalam memberikan pendampingan dan penanganan secara cepat ketika terjadi permasalahan. Sehingga potensi perundungan dapat diminimalisir sejak dini, dan pendampingan penanganan trauma healing membantu siswa bangkit menatap masa depan. Secara umum, lingkungan pendidikan di Kota Malang saat ini relatif aman dan kondusif,” tandasnya, usai menuangkan air ke kanvas putih.

KSC Branding MPLS ala SMK PGRI 3 Malang

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr Moch Lukman Hakim ST MM mengatakan, Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) merupakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang menjadi branding Skariga. Tahun ini, Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) ke-39 mengusung tema ‘Garda Swarna 39’ dan diikuti 987 siswa baru dari 18 provinsi di Indonesia.

“Garda Swarna adalah manifestasi visi mencetak generasi muda Skariga bersinar layaknya emas, namun tetap kokoh menjaga nilai luhur bangsa di tengah disrupsi teknologi. Karena pendidikan tidak hanya soal mengasah otak, tetapi juga memperkuat karakter,” ungkap Lukman.

Makna Garda Swarna Skariga

Disebutkannya, Garda mempresentasikan Skariga Muda yaitu para murid tangguh yang siap berdiri di lini terdepan sebagi pioneer perubahan. Sementara Swarna berarti emas dalam sansekerta, melambangkan kejayaan, kemurnian niat, kesuksesan, dan cita-cita luhur menuju Indonesia Emas.

“Tema Garda Swarna artinya garda terdepan yang memiliki jiwa emas menuju Indonesia Emas. Mereka memiliki kompetensi hard skill maupun soft skill sesuai visi Skariga melahirkan lulusan berakhlakul karimah dan menjadi yang terbaik di Indonesia,” sebutnya.

Dalam pembinaan mental dan fisik, Skariga melibatkan Lanal TNI AU dengan menjadikan siswa dapat mewujudkan gerakan 7 (tujuh) Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Dimulai bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Pembukaan KCS 39 SMK PGRI 3 Malang

Pembukaan KCS ditandai penampilan Tari Nusantara, parade bendera jurusan oleh tim paskibra. Dilanjutkan dengan penuangan air ke wadah yang dibawa oleh perwakilan peserta KCS ke kanvas putih yang memunculkan tulisan Garda Swarna.

Jajaran SMK PGRI 3 Malang bersama tamu undangan. (rhd)
Jajaran SMK PGRI 3 Malang bersama tamu undangan. (rhd)

“Penuangan ini bermakna bahwa salah satu tugas institusi pendidikan adalah memunculkan dan melejitkan posesi murid yang terpendam dan sudah ada dalam setiap diri murid. Skariga Muda ibarat kanvas yang siap menyerap ilmu, dan melalui restu serta bimbingan yang tepat, potensi tersembunyi mereka akan muncul dan bersinar ke permukaan,” terang Lukman, mendampingi Frenky saat menuangkan air ke kanvas.

Prosesi penuangan air ini melambangkan pemberian restu luhur, transfer ilmu pengetahuan, serta doa yang mengalir tanpa putus dari para guru dan tetua kepada generasi muda. Air yang bersumber dari bumi menjadi simbol kesejukan, kebijaksanaan dan bekal moral bagi para siswa dalam mengarungi masa depan.

Usai pembukaan, KCS dilanjutkan pengembaraan peserta dari halaman Universitas Islam Malang (UNISMA) menuju SMK PGRI 3 Malang dengan mengibarkan 14 bendera jurusan dan bendera merah putih. Selanjutnya, peserta akan melakukan gemba ke bengkel jurusan masing masing sebagai bentuk pengenalan lingkungan sekolah.

Peserta akan diberikan informasi mengenai bengkel jurusan masing masing oleh tim jurusan dari Kabid, Kabeng dan Teknisi. Selama mengikuti rangkaian KCS, peserta akan didampingi oleh wali KCS yang bertugas membantu dan memberikan motivasi kepada peserta selama mengikuti KCS.

Pembukaan KCS dihadiri oleh Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Malang Frenky Minggaryana Dwi Putra, Ketua Perwakilan YPLP PGRI Kota Malang Drs Anton Henawanto MPd, Ketua PGRI Kota Malang Agus Wahyudi SPd MPd, Kepala Biro Kelembagaan, Publikasi dan Teknologi Informasi (BAKPTI) Unisma Moch Amin SE MSA dan Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta. (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id