Resmi Ditutup, Specta Flora Festival 2026 Jadi Solusi Tantangan Petani Bunga Kota Batu

Resmi Ditutup, Specta Flora Festival 2026 Jadi Solusi Tantangan Petani Bunga Kota Batu
Festival Flower to wear dan Hand bouquet Competition di gelaran AFF 2026. (dik)

Batu, SERU.co.id – Rangkaian acara Specta Flora Festival (SFF 2026) yang digelar di Batu Love Garden (BALOGA), Kota Batu, secara resmi telah berakhir. Festival yang telah berlangsung selama 4 hari (2–5 Juli 2026) ini dinilai sukses bukan hanya sebagai ruang pameran keindahan bunga, melainkan juga sebagai wadah bertemunya kreativitas, kolaborasi, dan optimisme demi masa depan florikultura di Kota Batu.

​Dalam laporannya, Dwi Lily Indayani selaku Ketua Pelaksana SFF 2026 memaparkan detail kekuatan ekosistem yang menyokong kesuksesan festival tahun ini. Festival didukung oleh 10 kolaborator, 76 sponsor, 12 supporter, dan 10 media partner. SFF 2026 menghadirkan 20 macam rangkaian kegiatan yang sukses menghidupkan semangat “Mekar Bersama, Tumbuhkan Kreativitas”.

Bacaan Lainnya

​”Kami tidak menyebut ini sebagai penutupan, melainkan sebagai puncak acara. Sampai jumpa di puncak acara Specta Flora Festival 2027 tahun depan!” seru Dwi Lily optimis.
​
​Ketua Gekrafs Kota Batu, Yanuar Baihaqi dalam sambutannya menyebutkan bahwa festival yang sudah memasuki pelaksanaan ke-4 ini terus berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik setiap tahunnya. Keterlibatan banyak stakeholder, terutama para pencinta bunga, menjadi kunci utama kemeriahan acara. ​Yanuar menegaskan pentingnya momentum festival ini yang sengaja digelar untuk menyiasati siklus musiman petani, saat memasuki bulan Suro/Suro.

Ketua Pelaksana kegiatan SFF 2026, Dwi Lily Indayani. (dik)
Ketua Pelaksana kegiatan SFF 2026, Dwi Lily Indayani. (dik)

“Permintaan bunga di pasar cenderung menurun drastis. Festival ini hadir sebagai solusi konkret untuk mendongkrak kembali volume penjualan bunga para petani setempat,” ucapnya.
​
​Hal senada diungkapkan dalam sambutan Wakil Wali Kota Batu yang dibacakan oleh Onny Ardianto, S.Sos., M.M. selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota (Kadisparta) Batu. Pemerintah Kota Batu berharap agar festival ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan terus berkembang menjadi ruang promosi, edukasi, inovasi, sekaligus perluasan pasar bagi produk florikultura
Agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

​”Melalui Specta Flora Festival, kita membuktikan bahwa tantangan dapat diubah menjadi peluang—melalui promosi, inovasi, dan kolaborasi yang memperkuat ekosistem florikultura sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Batu,” tutur Onny Ardianto.

​Pemerintah Kota Batu menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang mendalam kepada GEKRAFS Kota Batu, jajaran manajemen Jawa Timur Park Group dan BALOGA, mitra, sponsor, media, relawan, serta seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran. ​Sebagai penutup, Onny Ardianto menyampaikan harapan agar kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, UMKM, dan petani ini dapat terus berjalan secara konsisten (anggen) demi memberikan kebermanfaatan jangka panjang bagi generasi selanjutnya.

​”Mari terus bergandengan tangan, memperkuat kolaborasi, menghadirkan inovasi, dan bersama-sama membangun Kota Batu yang semakin SAE. Batu SAE, Sedoyo SAE,” pungkasnya. (dik/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *