Malang, SERU.co.id – Hobi mengoleksi motor lawas membawa berkah bagi Ahmad Dani Hartono. Ia sukses mengembangkan bisnis jual beli motor klasik melalui showroom Pastilaku.id yang kini fokus menjual Honda Astrea Grand.
Owner Pastilaku.id, Ahmad Dani Hartono mengungkapkan, kecintaannya terhadap motor tua sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, motor lawas menjadi pilihan, karena harganya terjangkau.
“Dari dulu suka motor lawas, karena murah dan perawatannya sangat mudah, seperti ganti oli. Disamping itu, tidak banyak pesaing (bisnis motor lawas, red),” seru pria yang akrab disapa Mas Dani itu, Minggu (5/7/2026).
Berbekal hobi tersebut, ia mulai serius menekuni bisnis jual beli motor bekas pada 2023. Awalnya, berbagai jenis motor sempat dipasarkan, mulai dari Kawasaki Ninja hingga Vespa.
“Tapi setelah melihat pembukuan, ternyata Astrea Grand yang paling sering laku. Akhirnya kami memutuskan fokus mencari dan membeli Astrea Grand yang ada di wilayah Malang,” ungkapnya.
Menurutnya, Astrea Grand memiliki daya tarik tersendiri mengingat harganya yang masih terjangkau. Dengan dana mulai Rp4,5 juta, pembeli sudah bisa membawa pulang motor tersebut. Selain itu, biaya perawatan yang murah serta melimpahnya ketersediaan suku cadang menjadi alasan motor legendaris itu tetap diminati.
“Saat ini, stok motor Astrea Grand yang kami jual sebagian besar didapat dari wilayah Malang Raya. Ada yang ditawarkan langsung sama pemiliknya, ditemukan lewat marketplace, sampai diburu langsung di orang yang punya,” jelasnya.
Meski tren motor klasik sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, Mas Dani melihat mayoritas pembelinya justru berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Diakuinya, segmen tersebut menjadi pasar terbesar bagi penjualan Astrea Grand.
“Banyak anak muda suka Astrea Grand, karena ingin kendaraan yang sederhana. Selain itu, juga mudah dirawat dan ada nilai nostalgianya,” terang Mas Dani.
Di showroom Pastilaku.id, harga Astrea Grand dipatok mulai Rp4,5 juta untuk kondisi standar. Sementara unit yang sudah menjalani restorasi menyeluruh dipasarkan sampai harga Rp15,5 juta, tergantung kondisi dan kelengkapan motor.
Fokus pada satu jenis motor membuat Mas Dani mampu membangun ceruk pasar tersendiri di tengah minat masyarakat terhadap motor klasik. Ia berharap, usahanya semakin sukses dengan pangsa pasar yang sudah dibidik secara konsisten.
“Dalam sebulan, saya bisa menjual sampai 23 unit motor. Pembelinya tidak hanya dari Malang Raya, tapi ada juga datang dari luar kota yang sengaja berburu motor klasik,” ujarnya.
Di era digital, ia tak mau ketinggalan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membuat usahanya semakin dikenal luas. Melalui siaran langsung Tiktok, Mas Dani bisa memamerkan stok yang tersedia sekaligus berinteraksi dengan warganet.
“Banyak yang awalnya tahu dari live TikTok. Kemudian besoknya langsung datang ke showroom untuk melihat kondisi motor sampai melakukan transaksi pembelian,” pungkasnya. (bas/mzm)









