13 Desa di Kabupaten Malang Diprediksi Potensi Alami Kekeringan

13 Desa di Kabupaten Malang Diprediksi Potensi Alami Kekeringan
Ilustrasi kekeringan. (Ist)

Malang, SERU.co.id – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang, setidaknya terdapat 13 desa yang berpotensi mengalami kesulitan air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto menjelaskan, dari hasil pemetaan yang telah dilakukan sebanyak 3.948 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terdampak kekeringan musim kemarau tahun ini. Dimana 675 KK diantaranya berasal dari Desa Bandungrejo di Kecamatan Bantur yang merupakan daerah dengan jumlah warga paling banyak terancam kekeringan.

Bacaan Lainnya

“Desa-desa lainnya juga memiliki ratusan KK yang berpotensi terdampak kekeringan,” seru Purwoto.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang itu membeberkan, tahun ini kondisi cuaca jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut sebut ditengarai karena Jawa Timur berpotensi mengalami penguatan fenomena El Nino.

Dijelaskan Purwoto, lima desa yang dipetakan mengalami kerawanan sedang sperti Desa Harjokuncaran dan Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kemudian Desa Pagak dan Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak serta Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.

Sedangkan desa sisanya yang memasuki kategori rawan tinggi terhadap ancaman kekeringan seperti Desa Sumberagung dan Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Putukrejo serta Sukowilangun Kecamatan Kalipare. Kemudian Desa Bandungrejo Kecamatan Bantur, Kemudian Desa Sumberoto, Mentaraman,Tulungrejo Kecamatan Donomulyo.

Sebagai informasi, BMKG Juanda menghimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan aksi dini guna meminimalkan risiko bencana kekeringan. Diprediksi puncak musim kemarau di Kabupaten Malang akan terjadi pada bulan Agustus.

Selain itu, dihimbau kepada pelaku sektor pertanian dan pangan agar segera menyesuaikan kalender tanam. Serta beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan atau berumur pendek. Langkah ini diperlukan untuk menghindari resiko gagal panen.(wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *