Arief Wahyudi Serap Aspirasi Masyarakat Permasalahan Pendidikan dan Evaluasi MBG

Arief Wahyudi Serap Aspirasi Masyarakat Permasalahan Pendidikan dan Evaluasi MBG
Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengajak masyarakat terbuka menyampaikan aspirasi. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi berhasil menyerap 15 poin aspirasi masyarakat dari daerah pemilihan (dapil) Klojen. Sebagian besar aspirasi tersebut mengerucut pada dua poin besar yakni pendidikan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi menyampaikan, persoalan yang disampaikan peserta bukan sekadar usulan. Melainkan potret nyata yang tengah dihadapi masyarakat terkait dunia pendidikan dan MBG tidak tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

“Kebetulan yang curhat itu guru dan kepala sekolah swasta, curhatnya sudah sangat dalam baik jumlah siswa maupun tingkat kesejahteraan yang sangat jauh. Bertambahnya sekolah negeri, sangat berdampak terhadap sekolah-sekolah swasta di wilayah pinggiran dan kampung, lantaran semakin kehilangan murid. Ada yang mengaku hari ini siswanya cuma 6, kalau dibiarkan akan banyak sekolah swasta gulung tikar,” seru Sam AW, sapaan akrabnya di Kantor DPC PKB Kota Malang, Jalan Ketapang 2, Senin (6/7/2026) malam.

Aspirasi Masyarakat Agar Memperhatikan Sekolah Swasta

Selama ini peran sekolah swasta sangat membantu pemerintah dengan menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat. Namun, kontribusi tersebut belum diimbangi dengan kebijakan positif dan keadilan bagi sekolah swasta.

Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengajak masyarakat terbuka menyampaikan aspirasi. (rhd)
Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengajak masyarakat terbuka menyampaikan aspirasi. (rhd)

“Sebagian besar sekolah swasta di Kota Malang bukanlah sekolah unggulan dengan sumber pembiayaan yang kuat. Melainkan lembaga pendidikan yang bertahan dari iuran mandiri orang tua atau wali murid. Sehingga berdampak terhadap kesejahteraan tenaga pendidik yang tetap mengajar dengan semangat pengabdian, meski menerima honor sangat terbatas,” jelas politisi tulen PKB yang tak pernah pindah partai ini.

Untuk itu, dirinya mendorong peningkatan dukungan anggaran melalui APBD bagi sekolah swasta, termasuk memperbesar Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Serta mengajak pemerintah mengkaji kembali kebijakan penambahan sekolah negeri, sehingga keberlangsungan sekolah swasta tetap terjaga.

“Dukungan peralihan anggaran Bosda akan memberi ruang bagi sekolah swasta meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sekaligus meringankan beban masyarakat,” timpalnya.

Evaluasi dan Pengalihan Anggaran MBG

Selain pendidikan, peserta reses menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka meminta evaluasi dan pengalihan alokasi anggaran sesuai kebutuhan daerah, salah satunya untuk pendidikan

“Mereka mengusulkan agar dilakukan efisiensi anggaran MBG dan sebagian dialihkan untuk memperkuat sektor pendidikan. Karena praktek sebenarnya di lapangan kurang tepat sasaran, dimana anak remaja SMP-SMA bukan kategori stunting. Di wilayah Kota Malang tidak ada kelaparan, sehingga bisa diprioritaskan untuk daerah pinggiran,” ungkap pria asli Bareng ini.

Ia menegaskan, usulan bukan bentuk penolakan program pemerintah pusat, melainkan masukan agar penggunaan anggaran mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Dimana di Kota Malang masih banyak sekolah swasta membutuhkan anggaran dalam menjaga keberlangsungan lembaga.

“Permasalahan ini akan kami tampung dan bahas di DPC PKB Kota Malang, karena Ketua DPC PKB Hikmah Bafaqih juga anggota legislatif Wakil Ketua Komisi E Jatim. Apalagi beliau Ketua Perempuan Bangsa (PB) Jatim, insyaallah beliau akan ikut memperjuangkan di tingkat provinsi hingga pusat,” tandasnya.

Apresiasi Masyarakat Terhadap Kinerja dan Serap Aspirasi Arief Wahyudi

Reses dihadiri unsur Muslimat dan Fatayat Kecamatan Klojen, Griya Curhat Keluarga (GCK) Kota Malang, GP Ansor, Panji Bangsa, MWC NU Klojen, tokoh pendidikan, kepala sekolah, guru sekolah swasta, hingga tokoh masyarakat.

Forum berlangsung dinamis dengan mayoritas peserta menyampaikan kegelisahan atas semakin beratnya kondisi sekolah swasta di tengah bertambahnya daya tampung sekolah negeri. Peserta reses juga mengapresiasi realisasi pokok-pokok pikiran (pokir) yang selama ini diperjuangkan Arief Wahyudi.

“Saya mengenal Sam Arif ini sangat amanah dan ga mau neko-neko, bahkan saat pencalonan dirinya tidak menjanjikan uang kepada konstituen. Karena hal itu akan membodohi masyarakat dan terjajah suaranya karena transaksional. Makanya Sam AW itu paling lantang bersuara dibandingkan politisi lainnya,” ungkap Ketua MWC NU Klojen, Ustadz Damat.

Senada, Rois Syuriah MWC NU Klojen, KH Nur Asmari menyampaikan, karena saking amanahnya Arief Wahyudi terpilih 4 periode. Di antaranya periode 2004-2009, 2009-2014, 2019-2024, dan 2024-2029.

“Itu rekor terbaik dan pantas jadi panutan, karena tanpa money politic seorang Arief Wahyudi dipercaya masyarakat sebagai wakilnya di DPRD Kota Malang hingga 4 periode. Semoga selanjutnya terpilih kembali,” ucap KH Asmari. (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *