Malang, SERU.co.id – Wakil Gubernur Jawa, Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri perayaan Natal Bersama Kota Malang yang digelar di Graha Cakrawala UM. Ia membawa pesan perdamaian bagi seluruh umat, bahwa Jawa Timur adalah rumah keberagaman yang harus dirawat bersama.
Pria yang akrab disapa Emil Dardak itu mengungkapkan, Jawa Timur merupakan provinsi yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Oleh karena itu, perayaan hari besar keagamaan harus menjadi ruang kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang terus terjaga.
“Jawa Timur adalah rumah bersama yang sangat menghargai keberagaman. Kebahagiaan umat Kristiani dalam merayakan Natal tentu menjadi kebahagiaan seluruh masyarakat Jawa Timur,” seru Emil, Jumat (9/1/2025) malam.
Disebutkannya, rangkaian ibadah Natal di Jawa Timur berlangsung aman, tertib dan penuh kekhidmatan. Kondusivitas tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat keamanan hingga berbagai pihak pendukung.
“Kita bersyukur ibadah Natal di masing-masing gereja berjalan dengan khidmat dan tertib. Ini merupakan hasil kerja keras TNI, Polri, PLN dan seluruh pihak yang terlibat demi kelancaran ibadah,” tegasnya.
Diakuinya, tantangan cuaca yang sempat menjadi perhatian selama masa perayaan Natal. Meski berada dalam kondisi kewaspadaan, Emil Dardak bersyukur seluruh rangkaian ibadah dapat terlaksana tanpa kendala berarti.
“Kita sempat cemas dengan kondisi cuaca, namun bersyukur seluruh wilayah Jawa Timur diberikan kelancaran. Ini menunjukkan kesiapsiagaan dan sinergi yang baik di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Emil menegaskan, Jawa Timur merupakan provinsi yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Oleh karena itu, perayaan hari besar keagamaan harus menjadi ruang kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang terus terjaga.
“Jawa Timur adalah rumah bersama yang sangat menghargai keberagaman. Kebahagiaan umat Kristiani dalam merayakan Natal tentu menjadi kebahagiaan seluruh masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyampaikan, ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Ia berharap, damai dan sukacita Natal terus menyertai kehidupan bermasyarakat dan menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang tentram.
Baca juga: Sudah Tepatkah Natal dan Tahun Baru Disatukan dalam Istilah Nataru?
“Saya tidak ingin melewatkan kebahagiaan bersama umat Kristiani dalam semangat Natal 2025. Selamat Hari Natal, semoga damai menyertai kita semua,” ucapnya.
Perayaan Natal bersama yang digelar di Kota Malang ini dihadiri umat Kristen dan Katolik lintas denominasi, unsur TNI, Polri, ASN, serta melibatkan partisipasi lintas agama. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuat persaudaraan dan toleransi yang terus terjaga di Jawa Timur.
Ketua Panitia Perayaan Natal, Erick Richardo menuturkan, perayaan ini tidak sekadar menjadi agenda ibadah. Tetapi juga ruang untuk mempererat persatuan lintas denominasi dan institusi.
“Natal bukan hanya perayaan seremonial, melainkan perjumpaan iman dengan Allah yang hadir membawa keselamatan, pengharapan dan damai sejahtera. Keluarga adalah fondasi utama yang harus terus dikuatkan, karena dari keluargalah lahir generasi yang beriman, berintegritas dan siap melayani panggilan kehidupan,” jelasnya.
Hal unik yang menonjol dari perayaan ini adalah keterlibatan lintas agama dalam kepanitiaan. Erick menyebut, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) turut berperan aktif dalam menyukseskan acara.
“FKAUB melalui Bapak David Tobing menghimpun teman-teman lintas agama, mulai dari Hindu, Buddha, Muslim dan lainnya. Mereka terlibat untuk membantu sebagai penerima tamu. Ini menjadi wujud nyata toleransi yang hidup di Kota Malang,” kata Erick.
Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan rangkaian ibadah, penampilan seni rohani, hingga penyalaan lilin Natal bersama. Ini menandai puncak perayaan Natal, sebagai simbol terang serta harapan bagi keluarga, bangsa dan negara.
Hikmat Natal disampaikan oleh Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm. Sementara narasi Natal dibawakan dengan apik dan menyentuh oleh Pdt Simon Kostoro.
Acara juga dimeriahkan penampilan Sheerah Choir, drama musikal oleh Orang Muda Kristen Katolik. Sejumlah bintang tamu seperti Sisca Saras (alumni JKT-48), Cecilia Pray (alumni X-Factor Indonesia) bersama Amos Cahyadi hadir sebagai drummer tamu. Suasana ibadah semakin khusyuk dengan kehadiran Bobby Febian dan Adi Chandra dari NDC Worship sebagai worship leader. (bas/rhd)








