Surabaya, SERU.co.id – Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) memberikan respons positif terhadap komitmen Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur dalam mengawal standarisasi Museum Daerah Kota Batu. Langkah ini dinilai sebagai titik balik penting dalam menyelamatkan memori kolektif dan memperkuat identitas budaya Kota Batu.
Dalam audiensi yang telah berlangsung pada pekan ini, Ketua Umum DKKB, Sunarto, menyatakan bahwa pendampingan teknis dari Pemerintah Provinsi sangat penting. Menurutnya, museum yang sedang dikembangkan tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi memiliki tata kelola yang profesional.
”Kami sangat menyambut baik masukan dan kesiapan Disbudpar Jatim. Dukungan ini memastikan Museum Daerah Kota Batu nantinya memiliki tata kelola koleksi dan sistem kurasi yang diakui secara nasional,” seru Sunarto.
Menurut Cak Narto sapaannya, rencana standarisasi ini dipandang sejalan dengan visi “Giri Wana Tirta” (Gunung, Hutan, Air) yang menjadi landasan filosofis Raperda Pemajuan Kebudayaan di Kota Batu. DKKB menempatkan museum sebagai “hulu” atau sumber utama literasi sejarah yang akan menyokong seluruh ekosistem kebudayaan di daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, S.Sn., menegaskan bahwa museum harus bertransformasi dari sekadar “gudang” penyimpanan menjadi ruang hidup. Ia menyoroti potensi besar narasi Prasasti Sangguran yang harus dikelola dengan standar museum nasional sebagai pusat riset dan edukasi yang rekreatif.
Selain aspek pelestarian, sinergi antara DKKB dan Disbudpar Jatim ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata. Melalui standarisasi yang tepat, museum diproyeksikan dapat menjadi destinasi wisata minat khusus yang mencari kedalaman sejarah dan edukasi. Museum juga dapat menjadi laboratorium budaya serta wadah bagi generasi muda dan masyarakat desa untuk memahami akar jati diri mereka.
”ini juga berpotensi menghidupkan ekosistem di sekitar museum melalui kegiatan berbasis budaya,” tukasnya.
Dengan adanya pendampingan teknis dari Disbudpar Jatim, Kota Batu optimistis dapat menyeimbangkan citranya sebagai kota wisata alam. Dengan kedalaman sejarah yang terjaga secara representatif. (dik/ono)








