Penghujung 2023, UMM Bertahap Tambah Tiga Guru Besar

Prosesi pengukuhan tiga guru besar UMM. (ws10) - Penghujung 2023, UMM Bertahap Tambah Tiga Guru Besar
Prosesi pengukuhan tiga guru besar UMM. (ws10)

Malang, SERU.co.id – Tingkatkan kualitas keilmuan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah jumlah guru besar. Tiga guru besar dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) dikukuhkan di Aula BAU UMM, Sabtu (2/12/2023). Ketiganya adalah Prof Dr Ir Damat MP, Prof Dr Ir Wehandaka Pancalaga MKes dan Prof Dr Rahayu Relawati MM.

Rektor UMM mengatakan, pada Desember-Januari akan ada 11 kali pengukuhan Guru Besar. Pengukuhan tersebut menambah jumlah guru besar UMM menjadi 58 Profesor. Tidak hanya itu, UMM juga menambah 45 Lektor Kepala, tersebar di berbagai fakultas.

Bacaan Lainnya

“Ketiganya memiliki kepakaran masing-masing dan memberikan kontribusi bagi keilmuan dan masyarakat. Pengukuhan ini juga sekaligus menguatkan kualitas pendidikan yang diupayakan UMM,” seru Rektor UMM, Prof Dr Fauzan MPd.

Baca juga: Wujudkan Pondok Pesantren, UMM Beli Bangunan Berarsitektur Majapahit Rp55 Miliar

Prof Dr Ir Damat MP dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Damat mengkaji pangan fungsional berbasis sumber daya lokal. Berbagai penelitiannya berupaya mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Saya terus mendampingi sertifikasi halal produk makanan dan minuman. Kemudian menelurkan produk beras analog kaya antioksidan (Rasgadan), makaroni kaya pati resisten, cake dengan indeks glikemik rendah hingga pendirian UMM Bakery,” ucap Damat.

Dari kiri: Prof Dr Ir Damat MP, Prof Dr Ir Wehandaka Pancalaga MKes dan Prof Dr Rahayu Relawati MM, bersama Rektor UMM. (ws10) - Penghujung 2023, UMM Bertahap Tambah Tiga Guru Besar
Dari kiri: Prof Dr Ir Damat MP, Prof Dr Ir Wehandaka Pancalaga MKes dan Prof Dr Rahayu Relawati MM, bersama Rektor UMM. (ws10)

Di sisi lain, Prof Dr Ir Wehandaka Pancalaga MKes, dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Peternakan. Wehandaka meneliti di bidang teknik finishing kulit samak dengan pewarnaan alami, dikenal dengan sebutan batik ecoprint.

“Saya memulai riset metode batik pada kulit samak pada tahun 2014. Tahun 2016, mengembangkan teknik finishing kulit dengan metode pewarnaan ikat. Mencoba metode ukir pada 2018 hingga mengembangkan metode ecoprint yang sudah dijalankan sejak 2021,” ungkap Wehandaka, dalam orasinya.

Baca juga: UMM Lepas Empat Tim Berlaga di KMHE dan KKCTBN 2023

Dengan batik ecoprint, Wehandaka mendampingi berbagai usaha barang kulit masyarakat. Di antaranya di Bululawang, Malang hingga Magetan. Inovasinya diharapkan mengurangi kerusakan lingkungan dan membantu daya saing produk UMK pengrajin barang kulit.

Terakhir, Prof Dr Rahayu Relawati MM, dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Pertanian Manajemen Agribisnis. Fokusnya pada struktur pasar komoditas pangan dan hortikultura, strategi pemasaran dan perilaku konsumen.

“Penelitian saya juga memberikan kontribusi green marketing dan perilaku green consumers. Manajemen agribisnis yang baik akan meningkatkan produktivitas, mengurangi limbah, dan akses yang adil akan sumber daya dan peluang,” kata Rahayu. (ws10/rhd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *