Malang, SERU.co.id – Wali Kota Malang mendorong sinergi yang baik antara Koperasi Merah Putih (KMP) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sinergi yang baik dinilai tidak hanya menyukseskan implementasi program pemerintah pusat, tapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, KMP Bunulrejo diharapkan mampu bersinergi dengan SPPG di sekitarnya. Demikian juga KMP di setiap kelurahan lain diharapkan bersinergi dengan baik untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Koperasi Merah Putih menjalankan beberapa unit usaha, antara lain penjualan sembako, LPG, serta pengisian air minum. Karena itu, SPPG tidak perlu mencari kebutuhan beras, gula dan lainnya jauh-jauh,” seru Wahyu, usai meresmikan KMP Kelurahan Bunulrejo, Minggu (11/1/2025).
Ia menilai, sinergi yang terjalin erat akan menyukseskan kedua program besar tersebut. Tidak hanya menguntungkan bagi salah satu pihak, tapi keduanya sama-sama diuntungkan dengan harga terjangkau dan keberlanjutan operasional.
“Pihak SPPG bisa langsung berkoordinasi dengan Koperasi Merah Putih di kelurahan. Harganya hampir sama, bahkan bisa lebih murah, karena koperasi langsung berkoordinasi dengan Bulog sesuai arahan Presiden,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, sinergi antara KMP dan SPPG akan menguatkan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, koperasi ini menggerakkan ekonomi untuk mendorong kemandirian desa/kelurahan demi memajukan kemaslahatan rakyat.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menyebut, sinergi yang baik juga mendorong optimalisasi KMP. Hal ini mengingat masih minimnya KMP yang beroperasi, baru 12 dari 57 koperasi di Kota Malang.
“Kendalanya memang di lahan. Tapi kita tetap berusaha. Saat ini kami sedang menginventarisir aset-aset milik Pemkot yang memungkinkan digunakan, tentu dengan tetap memperhatikan ketentuan tata ruang,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr Eko Sri Yuliadi SSos MM menambahkan, seluruh KMP nantinya akan memiliki tiga unit usaha utama. Baik unit usaha sembako, LPG dan pengisian air minum dijalankan sesuai dengan arahan Wali Kota Malang.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota, tiga unit usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk 12 koperasi yang sudah berjalan, semuanya kami siapkan unit usaha tersebut. Ke depan, targetnya langsung ke 57 kelurahan,” terang Eko.
Terkait kepemilikan bangunan, Eko menyebut mayoritas koperasi masih menumpang di kantor kelurahan. Baru dua koperasi yang mulai dibangun secara permanen.
“Pembangunan gerai KMP baru di Kelurahan Bandungrejosari dan Arjowinangun, yang pembangunannya dimulai tahun 2025. Saat ini masih dalam proses pengerjaan dan belum selesai,” tandasnya. (bas/rhd)








