Batu, SERU.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah Karsa Husada (RSKH) Kota Batu menyatakan kesiapannya dalam menghadapi potensi penyebaran varian Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai Super Flu. Sebagai langkah mitigasi, pihak rumah sakit telah menyiagakan fasilitas ruang rawat isolasi penyakit infeksi.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Susana Indahwati menjelaskan bahwa ketersediaan ruang isolasi ini merupakan langkah preventif. Guna memastikan penanganan pasien dilakukan sesuai standar protokol infeksius.
“Di Kota Batu ada RSKH yang memiliki fasilitas ruang rawat isolasi penyakit infeksi yang dapat digunakan bila ada kasus infeksi yang mencurigakan,” serunya.
Meskipun saat ini status kasus di Kota Batu masih nihil, kesiapan sarana medis dianggap penting. Mengingat Super Flu memiliki gejala yang lebih berat seperti demam di atas 39°C dan kelelahan ekstrem Sehingga penanganan di ruang khusus akan meminimalisir risiko penularan di lingkungan rumah sakit.
“Masyarakat diimbau segera mengakses fasilitas kesehatan jika mengalami gejala pernapasan berat agar dapat dilakukan skrining lanjutan oleh tenaga medis,” tuturnya.
Dokter Susan menambahkan, mengingat superflu ini adalah Penyakit yang disebabkan oleh virus, maka penyakit ini sebetulnya bersifat “self limited disease”. Bisa sembuh dengan sendirinya, tergantung dari daya tahan tubuh.
“Sangat ditekankan untuk meningkatkan daya tahan tubuh personal seperti makan makanan bergizi, istirahat cukup, lakukan protokol kesehatan, kelola stress, olah raga teratur,” pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, awal Januari 2026, Dinkes Kota Batu telah mengeluarkan imbauan resmi terkait kewaspadaan terhadap varian Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal dengan istilah Super Flu. Masyarakat diminta tetap waspada karena kasus ini telah terdeteksi sudah ada 18 kasus di Jawa Timur dari 62 kasus yang ditemukan di Indonesia. Kelompok yang rentan terpapar adalah anak-anak (terutama Balita), Lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid) memiliki risiko komplikasi lebih tinggi seperti pneumonia. (dik/mzm)








