Refleksi Akhir Tahun 2025, UMM Tegaskan Komitmen Sebagai Kampus Islami

Refleksi Akhir Tahun 2025, UMM Tegaskan Komitmen Sebagai Kampus Islami
Masjid AR Fachruddin dan Kampus UMM, menjadi role model perguruan tinggi modern berlandaskan nilai spiritual dan ideologi persyarikatan. (ist)

Malang, SERU.co.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya di kancah pendidikan tinggi nasional sebagai Kampus Islami. Penegasan UMM ini setelah berhasil meraih peringkat pertama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbaik se-Indonesia versi Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah, KH Jamaluddin Ahmad SPsi menyampaikan, refleksi mendalam mengenai ketahanan Muhammadiyah hingga memasuki usia 113 tahun. Ia menekankan, tiga pilar utama menjaga keberlangsungan persyarikatan, yakni keikhlasan para penggerak, kemandirian amal usaha, dan ketaatan terhadap sistem organisasi yang tertata.

Bacaan Lainnya

“Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari satu abad, karena tidak bertumpu pada figur individu, melainkan pada kekuatan sistem dan keikhlasan kolektif. UMM telah menunjukkan, kampus harus hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat. Prestasi sebagai PTMA terbaik harus sejalan dengan kebermanfaatan bagi cabang dan ranting Muhammadiyah sebagai ujung tombak dakwah,” seru Jamaluddin, dalam Milad Muhammadiyah ke-113 dan Refleksi Akhir Tahun di Masjid AR Fachruddin, Sabtu (27/12/2025).

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi UMM dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ke dalam tata kelola serta praktik akademik. UMM dinilai berhasil menjadi role model perguruan tinggi modern berlandaskan nilai spiritual dan ideologi persyarikatan.

Kebanggaan UMM semakin lengkap dengan diraihnya Cabang Ranting Award, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian UMM terhadap pengembangan cabang, ranting, serta kemakmuran masjid Muhammadiyah. Sinergi antara kampus dan struktur organisasi inilah yang memperkuat posisi UMM di tengah masyarakat.

KH Jamaluddin menegaskan, identitas UMM sebagai Kampus Islami harus tercermin dalam sikap dan perilaku seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga pimpinan. Menurutnya, Islam yang diusung UMM adalah Islam berkemajuan yang mampu menawarkan solusi atas persoalan bangsa, tanpa meninggalkan jati diri Muhammadiyah.

“Melalui konsep Kampus Islami, kita diajak menghidupkan kembali fungsi masjid seperti pada masa KH Ahmad Dahlan. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga ruang lahirnya gagasan, laboratorium sosial, hingga pusat pemberdayaan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda Ak MM CA menyampaikan, stabilitas dan prestasi yang diraih UMM. Merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen universitas yang menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalisme dalam manajemen.

“Prestasi ini menjadi kado akhir tahun yang patut disyukuri, namun refleksi ini mengingatkan kami bahwa mempertahankan posisi terbaik jauh lebih menantang. Karena itu, pengelolaan keuangan yang sehat dan manajemen yang bersih akan terus kami arahkan untuk memperkuat dakwah Muhammadiyah hingga ke tingkat cabang dan ranting,” pungkasnya. (*/rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim