Malang, SERU.co.id – Polresta Malang Kota telah memasukkan kasus tawuran mahasiswa di Tlogomas dalam daftar rilis akhir tahun 2025. Polresta Malang Kota masih melakukan tahap penyidikan kasus tawuran Tlogomas, sehingga belum menetapkan tersangka.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono SIK SH MSi mengungkapkan, kasus tawuran tersebut merupakan pertikaian sesama mahasiswa perguruan tinggi swasta. Satu pihak dari Sumba Barat dan satunya Sumba Barat Daya.
“Yang meninggal satu orang dari Sumba Barat. Sedangkan yang dari Sumba Barat Daya masih menjalani perawatan akibat luka berat,” seru Nanang, Senin (29/12/2025).
Nanang mengatakan, saksi-saksi kasus tersebut telah diperiksa di Mapolresta Malang Kota. Jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota telah menaikkan kasus tawuran mahasiswa Tlogomas tersebut ke tahap penyidikan.
“Jajaran Satreskrim sudah menaikkan sidiknya. Tinggal kita tetapkan tersangka yang mana,” ujarnya singkat.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Soleh SH MM membenarkan, kasus telah naik ke tahap penyidikan. Ia mengatakan, proses penyidikan tersebut masih terus berlangsung.
“Perkaranya sudah kami tingkatkan ke penyidikan. Saat ini sekitar sembilan saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik,” ungkapnya.
Ia mengakui, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka, karena masih melakukan pendalaman motif. Namun, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut.
“Pelaku belum diamankan, karena motifnya masih didalami dan belum terpenuhi. Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Sebagai informasi, aksi tawuran antarkelompok pemuda tersebut sempat menggegerkan warga Jalan Telaga Warna, Kelurahan Tlogomas, Sabtu (27/12/2025) dini hari. Sejumlah pelaku diduga membawa senjata tajam, sehingga warga memilih bertahan di dalam rumah demi menghindari hal-hal yang membahayakan.
Situasi di lokasi kejadian sempat mencekam, hingga akhirnya aparat kepolisian turun tangan untuk mengendalikan keadaan. Akibat insiden tersebut, satu orang korban dilaporkan meninggal dunia akibat luka dan dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (bas/rhd)








