Malang, SERU.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Malang resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV tahun 2025. Mengusung tema “Collaboration in Motion,” kegiatan ini berlangsung di Gedung RCE Center KPPN Malang pada Selasa, 13 Januari 2026.
Ketua Pelaksana Muscab IV, Stefanus Louise Santoso menjelaskan, tema lengkap kegiatan yakni “Collaboration in Motion: Uniting Ideas and People to Shape the Future of Tourism”. Ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya secara konstruktif sekaligus menyatukan aspirasi anggota.
”Melalui Muscab ini, kami berharap HPI Malang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga semakin kuat dalam kolaborasi eksternal untuk menjawab tantangan pariwisata masa depan,” seru Stefanus.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai mitra strategis, di antaranya Disporapar Kota Malang dan Disparbud Kabupaten Malang. Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kota Malang, Lita Irawati, mengapresiasi peran HPI dalam mendongkrak angka kunjungan wisata. Ia berharap kepemimpinan baru nantinya melahirkan program-program inovatif yang dapat disinergikan dengan pemerintah kota.
“Diharapkan hasil dari muscab ini akan melahirkan pemimpin baru yang dapat menciptakan program-progran baru yang dapat di kolaborasikan dengan Disporapar Kota Malang,” tuturnya.
Senada, Kadisparbud Kabupaten Malang, Drs. Firmando H. Matondang, MM, menekankan pentingnya peran pramuwisata sebagai sumber data lapangan. Menurutnya, masukan dari anggota HPI mengenai preferensi wisatawan sangat dibutuhkan sebagai dasar regulasi pariwisata di Kabupaten Malang. Ia berharap HPI dapat memberikan masukan bagi pemerintah selalu regulator demi peningkatan pariwisata Kabupaten Malang kedepannya.
“Apa yang disuka dan tidak disukai oleh wisatawan, itu adalah teman-teman HPI yang tahu. Jadi kami sebagai regulator mohon diberikan masukan untuk menjadikan pariwisata di kabupaten Malang lebih maju ke depannya,” ungkapnya.
Ketua DPD HPI Jawa Timur, Sujay Asmed, memuji eksistensi DPC HPI Malang yang merupakan cabang dengan jumlah anggota terbanyak dan multitalenta di Jawa Timur. Namun, ia memberikan catatan mengenai kurangnya pemandu wisata yang menguasai bahasa Mandarin.
”Semoga kehadiran Disbudpar Malang dan Disporapar Kota Malang dapat menginisiasi program pelatihan yang melahirkan pemandu wisata bahasa Mandarin,” cetus Sujay.
Sementara itu, sebelum dinyatakan demisioner, Ketua HPI Malang periode tersebut, Siswanto Agus Djaya memaparkan capaian kinerjanya. Selama masa kepemimpinannya, sebanyak 90 persen program kerja telah terealisasi.
”Alhamdulillah, mulai dari berbagai pelatihan peningkatan kapasitas anggota dengan narasumber ahli, rekrutmen anggota baru, hingga perpanjangan lisensi tour guide telah terlaksana dengan sukses,” tutup Pram Antok Sapaannya. (dik/mzm)








